Breaking News

Ketua KP2C; Pemkot Bekasi Lebih Tegas Pada Pabrik Yang Buang Limbah di Kali


INIJABAR.COM, Kota Bekasi-- Ketua Komunitas Pecinta Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, membandingkan ketegasan Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, kepada perusahaan yang terbukti mencemari Sungai di daerahnya.

Puarman, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Bekasi melalui instansi terkait, dinilai berani bertindak tegas dengan menutup perusahaan yang berkontribusi mencemari Kali Bekasi dengan menyegel dan menutup perusahaan tersebut karena terbukti melakukan pencemaran.

Sementara Kabupaten Bogor, dengan laporan format yang sama, tetapi eksen dilapangan berbeda. Kabupaten Bogor sampai saat ini belum ada menutup perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran di kali Cileungsi.

"Beda Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, sangat jauh. Kota Bekasi begitu di laporkan ada pencemaran dan datanya akurat, maka tidak segan segan melakukan penutupan terhadap perusahaan itu. Setidaknya ada 4 Pabrik yang berkontribusi mencemari kali Bekasi telah di tutup. Sedangkan Kabupaten Bogor belum ada satupun sampai sekarang,"ujar Puarman, Selasa (4/9/2018).

Sampai saat ini, lanjutnya, belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bogor, kepada perusahaan yang beroperasi dibantaran Sungai Cileungsi, ditutup meskipun terbukti membuang limbah tanpa ada pengolahan terlebih dahulu.

Dia mencontohkan, statment Dinas Lingkungan Hidup (DLh) Kota Bekasi, baru baru ini sudah mengancam, jika ada perusahaan terbukti berkontribusi membuang limbah di Kali Bekasi maka akan ditindak tegas yakni penutup usahanya.

Namun demikian ia juga turut menyayangkan pernyataan DLH Kota Bekasi kemaren, mengatakan Kali Bekasi dipenuhi limbah akibat limbah deterjen. Menurutnya itu adalah dampak dari Cileungsi, limbah yang menumpuk di Curug Parigi yerbawa arus akibat volume hujan dengan ensitas tinggi.

"Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menindak tegas pabrik uang mencemari kali Cileungsi. Karena dari penelusuran tim jumlah perusahaan yang berkontribusi terhadap pencemaran kali Cileungsi bertambah dari 12 perusahaan bertambah menjadi 15,"pungkas Puarman.(min)

Tidak ada komentar