|
<< inijabar.com - berita terkini tetang informasi jawa barat >>
Menu Close Menu

Di RSUD Pandeglang Rahmat Effendi; Pindahkan ASN Pekayon ke RSUD Kota Bekasi

Senin, 24 Desember 2018 | 06.10 WIB
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi langsung ke RSUD Pandeglang Banten melihat kondisi ASN Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Sekatan yang menjadi korban tsunami di Pantai Anyer. 

INIJABAR.COM, Banten- Walikota Bekasi, Rahmat Effendi didampingi jajaranya meluncur ke lokasi bencana gelombang besar yang melanda selat sunda Banten dan Lampung. Kedatangan orang nomor satu di Kota Bekasi karena mendengar kabar sejumlah ASN(Aparatur Sipil Negara) Kelurahan Pekayon Jaya jadi korban peristiwa itu saat mengisi liburan ya. Minggu (23/12/2018).

Menurut cerita Sekretaris Kelurahan Pekayon Jaya, Encup S, memang disana juga Lurah Pekayon Jaya hadir, akan tetapi ia pulang lebih awal sekita 21.00 WIB.

"Rombongan sekitar 11 orang serta warga Pekayon Jaya ikut dalam acara gathering tersebut. Staf yang mengalami luka serius diantaranya yakni Yogi, yang di bawa langsung ke RSUD Banten dan lainnya mengalami luka ringan."ungkap Encup.

Salah satu ASN, Heri Kurnianto, Kepala Seksi Trantibum Pekayon Jaya juga ikut dalam acara tersebut, mengalami  luka luka dan juga beberapa orang lainnya, dirinya dirawat di RSUD Banten.

Dari keterangan yang di dapat, pasca kejadian staf dari korban di bawa ke Puskesmas Panimbang dan juga ke RSUD Pandeglang.

Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi berharap tidak ada korban yang hilang, dan dari tim URC Kota Bekasi dan BPBD Kota Bekasi segera dikirim kesana.

Saat menjenguk korban di RSUD Pandeglang, Rahmat Effendi langsung menginstruksikan, untuk memindahkan kotban ke RSUD Kita Bekasi.

"Segera bawa  RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sampai benar benar sembuh."ujar Walikota Bekasi.

Selain ASN dari kelurahan Pekayon Jaya, beberapa warga di kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi juga  ikut menjadi korban tsunami di pantai Anyer. Beberapa orang termasuk ketua PL Partai Golkar kelurahan Pejuang, H.Masnadi dan 4 rekannya  belum diketahui keberadaanya.(*)
Bagikan:

Komentar