|
<< inijabar.com - berita terkini tetang informasi jawa barat >>
Menu Close Menu

Eka dan Pepen Sepakati Kerjasama Kota dan Kabupaten Bekasi Terutama Soal Pemisahan Aset

Jumat, 21 Desember 2018 | 17.02 WIB
PLT Bupati Bekasi, Eka Supriatmaja dan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi melakukan kesepakatan kerjasama dua wilayah.

INIJABAR.COM, Kabupaten Bekasi - Pemkab dan Pemkot Bekasi mengadakan pertemuan antar kepala daerah yang bertetangga itu. Hadri Pelaksan Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supriatmaja beserta jajaran SKPD nya dan juga Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan jajaranya.

Plt Bupati Bekasi, Eka Supriatmaja mengatakan, pertemuan dengan Walikota Bekasi beserta jajaran untuk mensinergikan kerjasama dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam bentuk Memorandum Of Understanding (Mou) tentang pembangunan dua wilayah di perbatasan dua wilayah.

"Pada intinya adalah bagaimana sinergi kerjasama antara pembangunan jalan perbatasan antara PUPR Kabupaten Bekasi dengan PUPR Kota Bekasi," ujarnya.Jumat (21/12/2018).

Dalam MoU tersebut, kata Eka, memang ada beberapa hal saja yang baru diatur dan nantinya secara teknis akan dituangkan antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi. Tentunya dengan adanya penandatanganan kesepakatan dua wilayah bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bekasi.

"Kita ingin komitmen pembangunan perbatasan dua wilayah dilaksanakan secara bersama dan dijalankan sehingga bisa lebih baik lagi," kata dia.

Eka mengakui, masih banyak sekali keinginam dan harapan dari Pemkab Bekasi dari MoU bersama Kota Bekasi. Meski dulunya Kota Bekasi merupakan bagian dari Kabupaten Bekasi, masih ada urusan yang harus di selesaikan misalnya pemisahan aset dan lain sebagainya. Karena kita tidak ingin permasalahan ini berlarut terus dikemudian hari,"tandasnya.

Terpisah Walikota Bekasi, Rahmat Efendi mengatakan, tentunya Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi secara hirarki ibarat ibu dan anak. Sejak dimekarkan pada tahun 1996, tentu ada irisan terkait yang bisa di selesaikan bersama persoalan transportasi, persoalan drainase, persoalan kependudukan, persoalan kesehatan.

"Kalau bicara masalah kesehatan rata-rata entah itu dari Tambelang, Tarumajaya, pokoknya yang terdekat selalu bilang minta di rujuk di rumah sakit ini (RSUD Kota Bekasi-red). Tapi dengan ini saya minta lebih flexible lagi kerjasama nya agar pelayanan di dua wilayah perbatasan bisa terus terjalin,"kata dia.

Pria yang akrab di sapa bang Pepen itu juga meminta agar sinergisitas dua wilayah bisa di tingkatkan. Sebagai anak dari hasil pemekaran dari induk Kabupaten Bekasi tentu sangat ingin kelanjutan sinergisitas dan pembahasan persoalan terus dibicarakan lebih lanjut terutama yang menyangkut masalah pelayanan serta aset agar secepatnya bisa terselesaikan dengan baik.
Bagikan:

Komentar