|
Menu Close Menu

Puting Beliung Hajar 5 Rumah di Desa Jatisawit, Jatibarang

Selasa, 25 Desember 2018 | 10.36 WIB
Puting Beliung hantam 5 rumah di Desa Jatiasih, Jatibarang.

INIJABAR.COM, Indramayu- Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang rumah warga desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Senin (24/12/2018).

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun insiden itu membuat warga Blok Karang Malang 2, RT 11/03, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang trauma. Pasalnya angin puting beliung merusak atap lima rumah Warga dan menumbangkan pepohonan. Salah satu warga setempat, Teri (53) mengatakan, puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Angin puting beliung itu membuat warga Blok Karang Malang berlarian untuk menyelamatkan diri. Teri, pun melihat langsung angin puting beliung memporandakan 5 rumah di Desa Jatisawit yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Senada dikatakan Cacang,  insiden itu memmbuat warga cemas. Warga khawatir, insiden serupa kembali terulang.

“Memang tidak ada korban jiwa, tapi kami masih khawatir, karena baru kali ini Blok Kewod kena angin puting beliung,” tuturnya.

Semetara dari hasil pantauan Inijabar, tepatnya di blok karang malang desa Jatisawit  satu orang luka ringan tertimpa pecahan genting dibagian tangan dan kaki.

Adapun kelima rumah yang terkena tiupan angin puting beliun diantaranya rumah, Cacang (51)  blok Kewod, Rt 01/01 rusak ringan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 juta, 2 rumah, mushola,  Blok Karang Malang Rt 11/03 kerusakan genteng atas Rumah Kerugian sekitar Rp 1 Juta, rumah Rohani (37) blok Karang Malang 2, Rt 11/03 kerusakan genteng atas kerugian Rp1 Juta, rumah Teri (53)  blok Karang Malang 2, Rt 11/03 kerusakan genteng atas rumah kerugian Rp 1 juta. Rumah Nasiem (75) IRT, alamat Blok Karang Malang.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah, walau pun kerusakan hanya dibagian atap genting saja.

"Hingga saat ini aparat gabungan dari TNI, Polri dengan dibantu warga sekitar masih membersihkan puing-puing bekas kejadian dan bersiaga untuk mengantisipasi terjadi bencana susulan.(Sai)
Bagikan:

Komentar