|
Menu Close Menu

Kadisnaker Indramayu Belum Terima Penjelasan Dari Singapura Soal Kematian Nurhidayati

Sabtu, 05 Januari 2019 | 08.18 WIB
Peti jenajah Nurhidayati saat sesampainya dirumah duka di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Indramayu.

INIJABAR.COM, Indramayu- Jenazah almarhumah Nurhidayati binti Wartono Surata (34), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di kamar hotel Golden Dragon, di Geylang, Singapura , akibat dicekik lehernya oleh Ahmed Salim, pria asal Bangladesh, telah dimakamkan di kampung halamannya di desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Indramayu.

Sebelumnya jenazah tiba di rumah duka di Blok Gandok, RT 015, RW 005,  sekitar pukul 16.40 WIB. Hanya dalam beberapa menit singgah di rumah duka, kemudian jenazah langsung di makamkan di TPU Desa Kenanga.

Turut hadir dalam penyambutan jenazah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, BP3TKI Bandung, Pemerintah Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, serta sejumlah aparat kepolisian dan TNI setempat.

Pegawai BP3TKI Bandung, Riansa Manalu, mengungkapkan, BNP2TKI dalam hal ini hanya memfasilitasi kepulangan adapun mengenai kronologis kasus dan haknya PMI, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari KBRI Singapura.

"BNP2TKI  sekedar memfasilitasi kepulangan jenazah dari Bandara Soekarno-Hatta ke kampung halamannya saja dulu, adapun mengenai penyebab kematian dan tentang hanya PMI kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak KBRI Singapura,” kata Riansa Manalu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wulaningsih, secara langsung menyampaikan turut berdukacita kepada keluarga korban.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu turut berdukacita atas meninggalnya putri bapak, semoga keluarga diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini,” ucap Kadisnaker Indramayu kepada keluarga Nurhidayati.

Senada dengan pegawai BP3TKI Bandung, Kadisnaker Indramayu pun mengaku masih belum mendapatkan ketenangan secara resmi penyebab kematian almarhumah Nurhidayati dari pihak KBRI Singapura maupun dari pemerintah pusat.

”Kami pun sama, masih menunggu keterangan resmi dari pihak KBRI Singapura,” pungkasnya.
Bagikan:

Komentar