|
Menu Close Menu

Warga Senang KS Masih Diterima, Walikota Sudah MoU Dengan 32 RS Swasta

Rabu, 02 Januari 2019 | 09.16 WIB
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi bersama warga pengguna KS.

INIJABAR.COM, Kota Bekasi --- Hari kedua di tahun baru 2019, Rabu, 02 Januari 2019 dari pantauan inijabar.com di beberapa rumah sakit swasta masih menerima Kartu Sehat (KS), selain RS.Bhakti Kartini, pasien yang menggunakan KS juga masih di terima di RS.Rawalumbu, RS.Cikunir, RS Kartika Husada, Jatiasih.

Kondisi ini sekaligus membantah ancaman Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) kota Bekasi yang sempat memberi batas waktu hingga tanggal 31 Desember 2018 jika hutang Pemkot sebesar Rp200 milyar tidak dibayarkan, maka pada tanggal 1 Januari 2019 sebanyak 36 anggota ARSSI se Kota  Bekasi memutus kerjasama dan tidak menerima pasien pengguna KS lagi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan, hingga saat ini kartu tersebut masih bisa berlaku dan sudah MoU kembali bersama 32 Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi.

"Kartu Sehat ini adalah jaminan kesehatan daerah milik Kota Bekasi, masih aktif hingga saat ini dan tidak ada yang tidak terima Kartu Sehat."ujarnya. Rabu (2/1/2019).

Mengenai proses KS,  jika memiliki sakit biasa seperti pusing, batuk, demam, bab yang tidak lancar, agar segera ke Puskesmas di wilayah sesuai domisili dipastikan pelayanannya akan sama dengan Rumah Sakit lainnya, dan jika memang di dapati sakit kelanjutan akan disegerakan ke Rumah Sakit terdekat.

Selain itu, kata walikota, jika memang sakit keras yang bisa mengakibatkan fatalnya hidup seseorang, agar segera langsung di bawa ke rumah sakit terdekat sesuai domisili, akan langsung dilayani dengan sistem KS.

Dijelaskan juga, jika membutuhkan layanan kesehatan dari Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan ambulance yang stay 24 jam di Patriot Quick Respone 1500 444, telepon berikut akan menyambungkan ke layanan call center, yang pastinya akan sigap dalam 24 jam bagi warga Kota Bekasi. (**)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->