|
Menu Close Menu

22 Tahun Kota Bekasi dan Kepemimpinan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto

Senin, 25 Februari 2019 | 10.00 WIB

Bicara soal perkembangan suatu daerah tentunya tidak lepas dari sang kepala daerahnya, Rahmat Effendi.

Namun sebelumnya perkenalkan, saya adalah pegawai negeri sipil (PNS) Eselon4 A, menjabat Kasubag Publikasi Eksternal Humas Setda Kota Bekasi. Jabatan ini menuntut saya untuk kerap kali bekerja diluar ruangan mendampingi walikota atau wakil walikota.

Mungkin saja tulisan saya ini terlalu memihak karena saya adalah PNS. Tapi dalam hal ini saya ingin berbicara sebagai pribadi saya. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas tugas pokok saya adalah mendampingi setiap kegiatan Walikota atau Wakil WaliKota dalam semua kegiatan atau kedinasan. Dalam menjalankan itu, tidak sedikit saya melihatb etapa“bos” saya (walikota dan wakil walikota) adalah orang-orang yang komitmen dalam amanahnya.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi misalnya, tidak jarang saya melihat beliau dengan setumpuk masalah dalam kepalanya, masih tetap harus tersenyum dan menyapa warganya.

Tidak lelah pula beliau berulang-ulang kali menyuarakan prinsipnya membina kami para pegawai pemerintah,bahwa Pemerintah harus mampu melayani masyarakat,pemerintah harus mampu memberikan rasa nyaman kepada warganya, pemerintah harus mampu mengembangkan daerahnya. Pemerintah harus membina masyarakatnya, mengedukasi warga. Tidak sekedar tongko song nyaring bunyinya, tapi apa yang beliau sampaikan harus dilaksanakan Perangkat Daerah(PD terkait.

Menggali kemampuan dan potensi dari segala sisi. Disela-sela pekerjaan saya, saya mencatat sejumlah kemajuan Kota Bekasi untuk tulisan saya, beberapa saya sadur quote dari Walikota RahmatEffendi, dalam pidatonya di berbagai kegiatan.

Hari Jadi ke-22 ini,kami, pemerintah menyadari bahwa momentum ini bukanlah seremoni belaka. Moment HUT ke-22 ini sebagai awal dari Kota Bekasi yang semakin maju di  bawah Kepemimpinan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto.

Diberbagai kegiatan,Walikota selalu menyuarakan pengembangan Kota Bekasi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan bisnis yang like usualaly as itu-itu saja.B angPepen dan Mas Tri (sapaan akrab kedua b
memiliki kultur kerja yang sangat,  saya ulangi lagi, sangat keras. Berani mengambil resiko, menggali seluruh potensi. Dari kesehatan, masyarakat Kota Bekasi sudah dapat menikmati Kartu Sehat (KS).

kartu sehat dibiayai oleh APBD Kota Bekasi. Dari masyarakat untuk masyarakat Kota Bekasi.

Penulis; Indah Indri Hapsari 
                 Kasubag Humas Pemkot Bekasi
Bagikan:

Komentar