|
<< inijabar.com - berita terkini tetang informasi jawa barat >>
Menu Close Menu

Aksi Unras Tuntut Pemkab Bekasi Akomodir 60 Persen Tenaga Kerja Pribumi

Kamis, 28 Februari 2019 | 09.16 WIB
Aksi unjuk rasa menuntut perhatian Pemkab dalam lapangan kerja bagi warga Bekasi.
inijabar.com, Kabupaten Bekasi- Ratusan masa yang tergabung dalam sejumlah organisasi menggelar aksi demo di depan pintu masuk sebelah barat Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Aksi unjuk rasa tersebut terjadi akibat masih banyaknya pengangguran di Kabupaten Bekasi, meski di wilayah itu memiliki tujuh Kawasan Industri.

“Jangan biarkan kami seperti tikus yang mati di lumbung padi," begitu isi tulisan spanduk yang dipampang para pendemo.

Koordinator aksi, Zuli Zulkifli mengatakan, Pemkab Bekasi harus memperhatikan nasib warga pribumi untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Perusahaan harus menerima 60 persen warga Kabupaten Bekasi tanpa ada embel-embel seperti nyogok dan lainnya. Kita ingin menegakan Perda No.8 tahun 2016 tentang tenaga kerja yang mandul sampai saat ini,” terangya, Rabu kemarin (27/2/2019).

Zuli selaku warga pribumi, sangat menyayangkan sikap eksekutif maupun legislatif  di  Kabupaten Bekasi  hanya berdiam diri menyikapi persoalan pengangguran yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Kami, warga Bekasi yang peduli terhadap nasib masyarakat Bekasi yang selama ini dieksploitasi. Kalau nyogok baru dapat kerja dan hanya dikasih batas waktu tiga bulan kerja,” ungkapnya.

Lebih parahnya lagi tambah Zuli, di Kabupaten Bekasi yang konon katanya memiliki 7 kawasan industri dengan lima ribu perusahaan yang ada, namun banyak warga khususnya masyarakat pribumi yang menganggur.

“Jika Bupati Bekasi masih belum menanda tangani usulan 60 persen warga Bekasi bekerja di kampungnya sendiri, kami akan menggelar demo dengan kekuatan masa yang lebih besar lagi dengan durasi yang lebih panjang,”ancamnya.(mam)
Bagikan:

Komentar