|
Menu Close Menu

Ingin Naikan PBB, Bupati Purwakarta Bakal Update dan Sosialisasikan NJOP

Minggu, 31 Maret 2019 | 09.32 WIB
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika
inijabar.com, Purwakarta- Tidak mau menuai protes dari warganya, Bupati Purwakarta akan kaji dan sosialisasikan terlebih dahulu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PBB (Pajak Bumi dan Bangunan.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika akan mengupdate NJOP di 6 Kecamatan di Purwakarta. Menurutnya NJOP di Kabupaten Purwakarta sudah puluhan tahun tidak ada revisi atau update terlebih Purwakarta bisa dikatakan sebagai daerah Industri.

“Kita akan uji di 7 kecamatan, terutama untuk kecamatan yang masuk zona industri akan kita update NJOPnya untuk auditnya ada pihak ketiga yang mengerjakannya dan nilainya harus real,” ujar Anne, kemarin.

Anne menjelaskan, NJOP sendiri perlu adanya update nilai karena harga lahan di Purwakarta sudah berkali-kali lipat mengalami kenaikan harga, sehingga kedepan ada penyesuaian dan bisa meningkatkan pendapatan.

“Harga sudah mahal, tapi NJOP belum ada perubahan sudah puluhan tahun, ya kita update harganya sehingga akan menambah pendapatan setelah adanya update NJOP,” ucapnya.

Ke 7 kecamatan yang akan dilakukan uji penyesuaian NJOP adalah, Bungursari, Babakancikao, Campaka, Cibatu, Jatiluhur, Sukatani dan Kecamatan Kota Purwakarta.

“Untuk potensi NJOP yang signifikan saya kira Kecamatan Kota, karena memang harga diwilayah Kota memang sudah naik,”tandasnya.

Dia menuturkan, selama ini pendapatan dari PBB selalu realisisi targetnya, bahkan setiap tahun target pendapatan daerah naik 20 % selalu terpenuhi, walaupun begitu dari 10 item ada dua item yang belum bisa dimaksimalkan yaitu Sektor Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajal MBLB (Galian C).

“Secara teknis ada kendala di dua sektor pajak tersebut, yakni mengenai peraturan perundang – undangannya, sehingga memang belum tergali secara maksimal,” ucap Anne

Secara keseluruhan, Anne menargetkan di 2019 pendapatan sektor pajak daerah mencapai Rp. 256 Milyar, atau naik 20 % dari tahun sebelumnya yang hanya Rp. 225 Miliar. Anne pun optimis target pajak daerah 2019 akan tercapai, hal itu banyak program yang digulirkan jajarannya dalam menggenjot pendapatan di sektor pajak.

“Kita akan minimalisir lost pajak, dan saya optimis Bapenda bisa merealisasikan target tersebut, apalagi diwajibkannya penggunaan Tapping Box di beberapa rumah makan dan hotel,” katanya.

Upaya menggali potensi pendapatan daerah guna mewujudkan misinya melanjutkan Purwakarta Istimewa.

“Selama ini, pendapatan dari sektor pajak diimplementasikan untuk kebutuhan program pembangunan. Misalnya, infrastruktur, pendidikan dan sektor lainnya,” pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->