|
Menu Close Menu

Mukernas Luar Biasa, Kader PPP Usulkan Khofifah, Ridwan Kamil, Mahfud MD Jadi Ketua Umum

Rabu, 20 Maret 2019 | 16.16 WIB
Mahfud MD salah satu yang diusulkan pimpin PPP.
inijabar.com,Kota Bekasi- Pasca OTT Romahurmuzy oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama. Kini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersiap menggelar Mukernas Luar Biasa untuk mengganti ketua umum yang sedang bermasalah dengan hukum

Sejumlah nama tokoh pun merebak dikalangan kader partai berlambang kabah tersebut. Nama-nama seperti Khofifah Indarparawangsa yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur dan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat tengah menjadi incaran untuk diusung menjadi ketua Umum PPP.

Namun berbeda yang diusulkan oleh Ketua DPC PPP Kota Bekasi, H.Solihin. Politisi yang juga anggota DPRD Kota Bekasi ini mengusulkan nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

"Iya sudah ramai nama Khofifah dan Ridwan Kamil disebut-sebut menjelang Muktamar Luar Biasa PPP. Tapi saya mengusulkan nama Mahfud MD."ungkap Solihin pada inijabar.com. Rabu (20/3/2019).

Menurut dia, Mahfud MD punya integritas untuk membawa PPP ke arah yang lebih baik. Karena PPP harus dipimpin oleh orang yang punya integritas.

"Ya sudah cukup lah, ini yang terakhir (Kasus hukum elit PPP.). Dan kedepan PPP harus dipimpin oleh tokoh yang memiliki integritas, ya Mahfud MD itu usulannya. Kalau Khofifah memang pernah menjadi kader PPP sebelum era reformasi. Tapi kan dia baru saja dilantik jadi Gubernur di Jatim jadi biarkan dia fokus dulu, termasuk Ridwan Kamil juga."paparnya.

Ketika ditanya soal nama Lukman Hakim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama, Solihin menjelaskan, sosok Lukman Hakim itu orang yang terlalu prosedural.

"Ga cocok kalau partai ini dipimpin sama orang yang prosedural. Saya kenal betul karakter belaiu sangat prosedural. Makanya saya juga tidak yakin Lukman Hakim terlibat dalam kasus Rommy."ucapnya.

Dia menambahkan, kasus Rommy itu merupakan urusan pribadi bukan atas nama partai. "Itu kan kasus pribadi dan tidak membawa partai."pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---IKLAN--->
<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->