|
Menu Close Menu

Bentuk FPPKB, Pedagang Kranji Baru Cium Dugaan Bau Pungli Proses Revitaliaasi

Selasa, 30 April 2019 | 20.53 WIB
Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat yang rencananya akan direvitalisasi.
inijabar.com, Kota Bekasi- Forum Persatuan Pedagang Pasar Kranji Baru akhirnya terbentuk guna memperjuangkan aspirasi para pedagang. Salah satu pengurus FPPKB, Wawan mengungkapkan, terkait rencana pemerintah kota Bekasi merevitalisasi pasar tersebut bukan ditolak tapi minta ditunda.

"Pasalnya, kami banyak menemukan dugaan pungli (pungutan liar) dan juga jual beli kios fiktif. Ini kami punya buktinya tanda pembayaran salah satu kios di Blok C5 no 95 dan LP (los pinggir) tenyata tidak ada, alias fiktif,"bebernya pada media. Selasa (30/4/2019).
Dia menyebut anggota FPPKB berjumlah 1500 pedagang ya g bergabung. Dan pihaknya tidak mempercayai pengurus RWP (Rukun Warga Pasar). Karena dinilai tidak berpihak ke pedagang tapi malah menyusahkan pedagang. 

"Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Komisi 1 DPRD Kota Bekasi. Namun tidak ada kejelasan sampai saat ini solusoinya."ujar Wawan.

Untuk Los Pinggir (LP) yang rata-rata pedagang kaki lima (PKL) seperti pedagang pisau, tukang buah.

"Satu pedagang ada yang dimintai Rp13 juta ada yang Rp20 juta. Dan hingga kini berhembus isu para pedagang bulan Juli 2019 sudah harus menempati TPS (tempat penampungan sementara). Padahal lokasi TPS nya saja masih bermasalah,"tuturnya.

"Modusnya dugaannya suratnya ada tempatnya tidak ada Los pinggir yang ada hanya 120, sementara yang dijual 138."tandasnya.

Pihaknya, kata dia, hanya menuntut keadilan dan harus dibuka secara transparan dulu proses nya. Maka itu para pedagang minta revitalisasi di undur di tahun depan. 

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Kranji Baru, Amas pernah membantah adanya jual beli kios fiktif. Menurutnya kecurigaan pedagang terlalu berlebihan.

"Kami sudah menjelaskan semuanya di Komisi 1 DPRD Kota Bekasi. Saat itu saya juga membawa bukti-bukti yang membantah kalau ada jual beli kios fiktif,"bantah Amas beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui di tahun 2019 rencanaya Pemkot Bekasi akan merevitalisasi 4 pasar tradisional. Diantaranya, Pasar Kranji Baru, Pasar Jatiasih,Pasar Bantar Gebang, dan Pasar Family Medan Satria. Namun sayangnya hingga kini disinyalir ke empat pasar masing-masing beda dinamikanya, Selain itu juga belum ada PKS (Perjanjian Kerjasama) antara Pemkot dan Pengembang.

Sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi pun banyak mempertanyakan karena belum dibentuk Pansus (Panitia Khusus) Revitalisasi Pasar Tradisional oleh DPRD Kota Bekasi.

"Loh kan belum di bentuk Pansusnya, masa sudah ngduluin aja,"ucap Anggota Komisi C DPRF Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiedz saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.(*)
*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->