|
<< inijabar.com - berita terkini tetang informasi jawa barat >>
Menu Close Menu

KAMMI Gruduk KPU Jawa Barat Minta Evaluasi Pemilu 2019

Rabu, 22 Mei 2019 | 17.39 WIB

inijabar.com, Bandung- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, di Jalan Garut No.11 Bandung. Mereka menuntut agar KPU melakukan evaluasi besar-besaran pasca pengumuman pemilu 2019, khususnya soal kabar duka yang menimpa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Kami melakukan aksi solidaritas, aksi keprihatinan, terkait meninggalnya 622 petugas KPPS dan juga ribuan anggota KPPS yang sakit, yang selama ini cukup luput dari pemberitaan dan juga menjadi duka semua," ujar Ketua KAMMI Jabar, Naufan Rizqullah, Rabu (22/5/2019).

Pihaknya berharap pemerintah tidak mengabaikan atau menganggap sepele kejadian ini. Jatuhnya korban bedasarkan data Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.  KAMMI mendesak. KPU harus di evaluasi  secara menyeluruh meliputi regulasi, perencanaan, organisasi, rekrutmen, pelatihan, hingga dukungan dan fasilitas untuk anggota KPPS saat menjalankan tugas. 

"KPU Harus membenahi sistem pemilu secepatnya, membuat satgas meneliti kematian para korban, Pemerintah harus meminta maaf secara resmi atas gagalnya mereka mencegah jatuhnya korban," tegasnya.

"Lalu kita juga meminta agar KPU melakukan evaluasi besar-besaran terkait dengan sistem pemilu yang berjalan, untuk pemilu kedepannya sehingga kedepannya tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini dan juga tidak memakan banyak korban untuk kedepannya," sambungnya.

"Alasan dilakukan hari ini, kita lebih kepada momentum beres proses rekapitulasinya, KPU sudah tidak ada beban lagi untuk bertanggung jawab secara hasil rekapitulasi, maka sekarang fokus KPU untuk menyelesaikan permasalahan  ditingkat  KPPS yang masih jadi PR," tandasnya.(*)
Bagikan:

Komentar