|
<< inijabar.com - berita terkini tetang informasi jawa barat >>
Menu Close Menu

Akses Masuk Ditutup Pagar Pabrik, Nasib Curug Parigi Tinggal Kenangan?

Selasa, 11 Juni 2019 | 23.08 WIB
Pintu pagar pabrik itu menutup akses ke Curug Parigi.
inijabar.com, Kota Bekasi- Sejak bulan Agustus 2018 hingga saat ini, akses menuju Curug Parigi tertutup untuk dikunjungi, Lokasi yang sebetulnya potensi untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata tersebut kini perlahan tapi pasti kondisinya memprihatinkan.

Curug Parigi terletak di wilayah Bantar Gebang, pangkalan lima, Kota Bekasi yang berbatasan dengan wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Curug Parigi digadang-gadang menjadi salah satu primadona destinasi baru di Kota Bekasi yang sudah populer dikalangan masyarakat Bekasi khususnya.

Kehidupan ekonomi masyarakat sekitar pun meningkat, dengan adanya Curug Parigi, karena banyaknya pengunjung yang datang dari luar maupun dari Bekasi untuk menikmati suasana Curug Parigi.

Kini, akses ke lokasi ini tidak dapat dilalui karena akses menuju lokasi curug tertutup tembok beton pabrik.

Menurut salah satu warga kampung Curug Parigi, Rojak (45). Curug Parigi akses nya ditutup pagar sebuah pabrik. Kini tidak ada yang bisa masuk atau melewati Curug Parigi. 

"Yah begini dah, susah orang masuk Curug Parigi sejak ditutup pagar sebuah pabrik."ungkapnya dengan logat betawi yang kental. Selasa malam (12/6/2019).

Dia berharap Pemkot Bekasi bisa mencari solusi persoalan tersebut. Mengingat juga Walikota Bekasi, Rahmat Effendi pernah berjanji akan mencari solusi bagi keberadaan Curug Parigi.

"Sudah setahun ini lah Curug Parigi tidak bisa dilalui lagi. Kami minta Walikota Bekasi bisa mencari solusinya,"pungkasnya.

Padahal Pemerintah Kota Bekasi pernah berencana menata Curug Parigi sebagai wisata alam pada tahun 2018. Biaya yang dikucurkan untuk merestorasi curug yang berada di perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor ini, mencapai Rp 8 miliar. 

Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi  pernah menjelaskan, dana sebesar itu akan digunakan untuk menata beberapa fasilitas umum.

Diantaranya, lahan parkir kendaraan pengunjung, musala, dua menara pandang, jembatan, dan fasilitas lainnya untuk mendukung wisata di sana. Namun justru kondisinya saat ini berbanding terbalik dari rencana tersebut.(*)
Bagikan:

Komentar