|
Menu Close Menu

Dirut PDAM Tirta Patriot Diduga Sering Potong Fee 10 Persen Per Proyek

Jumat, 28 Juni 2019 | 16.48 WIB
Dirut PDAM Tirta Patriot; Solehat saat dilantik pada tahun 2017 lalu.
inijabar.com, Kota Bekasi- Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, (TP) Solihat sejak dilantik akhir 2017 dinilai gagal menjalankan amanah dari walikota Bekasi, Rahmat Effendi. Saat dilantik Rahmat Effendi memerintahkan Solihat untuk menyelesaikan proses pemisahan aset dengan PDAM Tirta Bhagasasi dengan waktu 6 bulan sejak dilantik.

Namun, ternyata bukan itu saja pria yang akrab disapa Ebot itu. Sejumlah catatan negatif pun muncul tentang perjalanan Ebot selama memimpin PDAM TP.

"Soal pemisahan aset saja sudah gagal dia. Padahal perintah itu (penyelesaian pemisahan aset) amanah walikota Bekasi loh yang didengar banyak orang. Belum lagi soal kelakuan dia terkait permainan proyek-proyek di PDAM TP, seringkali minta fee 10 persen dari para kontraktor,"ungkap Sahat P. Rikky Tambunan yang tercatat sebagai Pengurus Kadin Kota Bekasi saat ini.

Dia menambahkan, banyak memberikan proyek-proyek pada rekanan yang notabene dari salah satu ormas di Kota Bekasi.

"Selain itu juga Solihat itu memiliki rekam jejak di PDAM Tirta Bhagasasi yang buruk,"ucap Rikky seraya berjanji akan membongkar rekam jejak apa saja yang dinilainya buruk tersebut.

Sementara itu, Dirut PDAM TP, Solihat ketika dihubungi belum merespon.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->