|
Menu Close Menu

Mantan Engineering PT.MSA; Ada Peran KSI di Lelang Proyek Pasar Jatiasih

Selasa, 11 Juni 2019 | 00.03 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Mantan Enginering PT.Mukti Sarana Abadi (MSA), Teddy mengungkapkan lolosnya perusahaan tersebut sebagai pemenang lelang proyek revitalisasi Pase Jatiasih salah satunya dukungan Kepala KSI Pemkot Bekasi, Hanan Tarya..

"Iya saya kan ikut mengawal proses pengajuan penawaran dari PT.MSA untuk revitalisasi pasar Jatiasih. Kadis Perindag saat itu yakni Makbullah tidak mungkin bisa meloloskan sendiri itu perusahaan tanpa bantuan KSI. Saya tau kok wong pernah ikut pertemuan rapat dengan KSI juga,"beber Teddy. Senin (10/6/2019).

Dia bahkan mengaku, dirinya juga tahu adanya pertemuan antara ketua RWP (Rukun Warga Pasar) Jatiasih, H Junaedi dibantu bersama Kepala KSI (Hanan.red) bertemu Ketua DPRD, H.Tumai untuk meminta rekomendasi dari DPRD Kota Bekasi.

"Saya siap bersaksi soal pertemuan itu jika dibutuhkan oleh Bareskrim. Termasuk data soal berapa pedagang yang sudah setor booking fee kios dan TPS. Ada saya data pedagang dan nomer teleponnya,"bebernya seraya menunjukan data nama-nama pedagang yang telah membayar,"ucapnya. 

Teddy menyebut lebih dari 200 pedagang pasar Jatiasih yang sudah membayar booking fee yang besarannya Rp 1 juta per pedagang. Namun, kata dia, ada juga pedagang yang sudah membayar diatas Rp 60 juta sampai Rp. 300 juta.

Mantan Engineering PT.MSA, Teddy (topi putih) saat menunjukan data proyek revitalisasi Pasar Jatiasih.

"Ada kok yang membayar sampai Rp300 juta untuk beberapa kios,"ungkapnya.

Dirinya berharap Kepala Dinas Perindag Kota Bekasi yang baru, Kariman, bisa memfasilitasi pengembalian uang pedagang tersebut. 

"Kasihan pedagang itu dibantu lah pak Kadis agar uang mereka dikembalikan. Nyata kok saya saja selama membantu di PT.MSA sampai membuat design gambar proyek pasar jatiasih belum dibayar sampai saat Ini,"pungkasnya. 

Seperti diberitakan, proyek revitalisasi Pasar Jatiasih yang bernilai Rp44 miliar tersebut tidak jelas kelanjutannya hingga kini. Proyek ini sangat kental berbau pungli dan gratifikasi. Kini kasusnya sudah dilaporkan ke Tipikor Bareskrim Mabes Polri oleh LSM Indonesia Fight Coruption (IFC). Sementara Kadis Perindag, Makbullah pun sudah dicopot dari jabatanya  oleh Walikota Bekasi.(*)
Bagikan:

Komentar

<---IKLAN--->
<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->