|
Menu Close Menu

Kopdar Ridwan Kamil dengan 27 Kepala Daerah, Singgung Soal Sekolah SMA Gratis

Kamis, 11 Juli 2019 | 16.33 WIB

inijabar.com, Kuningan- Untuk yang ketiga kalinya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, melakukan pertemuan bersama 27 kepala daerah Kota/Kabupaten se Jabar dalam acara Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Kopdar). ydi Prima Sangkan Hurip Resort Kuningan, Kamis (11/7/2019). 

Ridwan  Kamil menyatakan ini merupakan pertemuan rutin, untuk mengintensifkan  komunikasi dan silaturahmi secara berkala dan berkelanjutan antara Gubernur dengan Bupati dan Wali Kota serta para penyelenggara pemerintahan daerah di Jabar.

 "Kami punya dapur, bapak ibu juga punya dapur, jangan sibuk dapur masing-masing, Kopdar ini bentuk menyingkronkan cara-cara membangun," ujarnya.

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menyampaikan sembilan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) prioritas tahun 2020.  Diantaranya yaitu membebaskan biaya pendidikan untuk siswa SMA dan SMK yang menjadi tanggungjawab Pemprov Jabar, sehingga tidak ada lagi anak putis sekolah di Jabar, melalui tim pencari anak putus sekolah yang akan segera dibentuk.

Program berikutnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi umat berbasi pesantren. Dalam program tersebut, pemerintah akan mendorong agar 10 ribu pesentren yang ada di Jabar bisa mandiri secara ekonomi dengan memiliki produk bisnis. Selanjutnya, akan dilakukan  desentralisasi layanan kesehatan dengan mengoptimalkan program layad rawat.

"Program ini diprioritaskan untuk layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu dengan cara jemput bola," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Emil juga menyinggung soal infrastruktur konektivitas wilayah yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah,

Sehingga, saat ini pihaknya tengah mereformasi kantor perwakilan Jabar di Jakarta untuk memudahkan komunikasi dengan Pemerintah Pusat.

"Selanjutnya yaitu pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata," ujarnya.

Dia menambahkan ingin industri pariwisata ke depan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi di Jabar, di samping sektor manufaktur.

Prioritas lainnya, Emil menargetkan kurun waktu lima tahun ke depan seluruh desa di jabar sudah dapat mengakses jaringan internet, hal tersebut merupakan bagian dari program membangun desa digital.(*)
Bagikan:

Komentar

<---IKLAN--->
<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->