|
Menu Close Menu

Tarik Ulur Pemilihan Cawabup Bekasi, Sudah 'Becek' Bro?

Minggu, 28 Juli 2019 | 10.59 WIB

SETELAH rekomendasi  DPP Partai Golkar terkait calon wakil bupati (cawabup)  Kabupaten Bekasi turun, ternyata tarik ulur terus terjadi. Parpol koalisi diluar Golkar mendesak Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja segera mengirim dua nama yang sudah mendapat rekomendasi yaitu Tuti Nur Cholifah Yasin dan Ahmad Marjuki ke DPRD untuk digelar paripurna pemilihan. 

Pertarungan kedua kubu juga tak kalah sengit. Ada kubu yang menginginkan segera digelar paripurna, sebelum dewan lama masa baktinya berakhir. Sedangkan kubu yang lain menginginkan kedua cawagub dipilih pasca anggota DPRD periode 2019- 2023 dilantik.

"Sudah becek bang, sebagian besar sudah terkondisikan," jelas salah satu pentolan Golkar yang tidak mau disebut namanya.

Dia menegaskan, meski kedua nama itu yang direkomendasikan, namun sangat disayangkan munculnya nama diluar kader Golkar maupun kader parpol koalisi. Apalagi yang muncul orang 'luar' di Kab Bekasi. Jelas yang dimaksud, munculnya nama Ahmad Marjuki. Ahmad Marjuki sebelumnya adalah Ketua Tanzid NU Kab Karawang.

Marjuki pernah maju dalam Pilkada Kab Karawang 2015 berpasangan dengan Dedi Gumelar (Miing). Marjuki diusung oleh PDIP serta disokong Hanura dan PBB. Bahkan ketika itu Marjuki mengatakan sebagai kader PDIP sejak tahun 2000. Minggu 29 Desember 2015 dia menegaskan mengantongi KTA PDIP. 

Sedangkan DPD Partai Golkar Karawang malah mencalonkan Saan Mustofa - Iman Sumantri yang disokong Nasdem dan Gerindra. Kedua pasangan pilkada ini keok oleh pasangan Cellica Nurrachadiana - Ahmad Zamaksari. Ahmad Marjuki yang berlatar belakang pengusaha sukses memiliki banyak kolega politik, salah satunya Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Langkahnya untuk mendapatkan rekomendasi sangat fenomenal diluar dugaan para politisi di Kab Bekasi. Karena memiliki kekuatan finansial mau tidak mau kubu Tuti Nurcholifah Yasin dibuat ketar ketir.

Kubu Tuti berharap Bupati Eka, mendukungnya sebagai bagian 'jasa' politik memuluskan langkah Eka menduduki kursi bupati.

"Yang berkeringat dan banyak keluar biaya politik kan mantan bupati Neneng Hasanah Yasin. Itu realitanya," ujar pentolan Golkar tersebut.

Hingga kini belum jelas, dua nama yang sudah ditangan Bupati Eka kapan dikirim ke Panlih DPRD. Atau memang akan diulur hingga anggota dewan baru periode mendatang dilantik. (*/DS)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->