|
Menu Close Menu

Festival Bandung Ulin, Sebanyak 7711 Siswa Main Cingciripit

Rabu, 28 Agustus 2019 | 20.50 WIB

inijabar.com, Kota Bandung- Walikota Bandung Oded M Daniel berhasil mendapatkan apresiasi pelaksanaan permainan tradisional anak-anak. Dengan mengumpulkan sekitar 7.711 anak yang terdiri dari siswa Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung.

Jumlah tersebut mencatatkan rekor bermain permainan tradisional pada Festival Bandung Ulin, di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Rabu (28/8/2019). Rekor ini memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat penghargaan atas prestasi Penyelenggara Utama Permainan Tradisional Cingciripit, Surser dan Perepet Jengkol dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Oded M. Danial mendapatkan prestasi sebagai Pendukung Utama Permainan Tradisional Cingciripit, Surser dan Perepet Jengkol dengan peserta terbanyak di Indonesia pada acara Festival Bandung Ulin.

Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, acara ini dapat mengenalkan kembali anak-anak era kini kepada permainan zaman dahulu yang memiliki nilai filosofis kebersamaan, tenggang rasa dan solidaritas.

"Permainan ini juga memiliki nilai olahraga. Sehingga bisa mereduksi kedekatan berlebih anak dengan ponselnya," ujar Yana.

Ia berharap, permainan tradisonal ini tidak hilang ditelan zaman, karena dengan permainan tradisional, anak-anak akan merasa bahagia tanpa meninggalkan sisi sosialisasinya.

"Kalau anak-anak sekarang dengan permainan di gawainya. Mereka bahagia iya, senang iya, tapi nilai sosialisasinya hilang. Nah, ini yang harus kita hindari," papar Yana.

Mengenai arus teknologi informasi yang menerpa anak-anak era kini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyebutkan, sudah menjadi peran masyarakat dewasa (orang tua, guru, serta Disdik Kota Bandung dari pihak Pemerintah) untuk memberikan rambu-rambu agar hadirnya teknologi informasi di dunia anak dapat menghasilkan lebih banyak manfaat.

"Misalnya dengan mengedukasi siswa akan permainan tradisional. Kalau kita lihat, permainan tradisional dalam acara ini mengandung banyak filosofis yang mengajarkan peserta didik cara bersosialisasi," ujar Hikmat.

Selain itu, ia juga menyebutkan saat ini Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan memiliki Kurikulum Masagi. Di dalamnya memberikan stimulan mengenai pendidikan karakter, peduli lingkungan, religius dan budaya lokal.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->