|
Menu Close Menu

Golkar Butuh Penyelamat Seperti Airlangga

Jumat, 16 Agustus 2019 | 09.45 WIB

PARTAI Golkar sebagai partai besar yang menjadi pilar demokrasi indonesia dalam kontestasi kepemimpinan partai tentu sangat demokratis. Golkar sebagai sebuah partai yang solid memiliki banyak kader-kader mumpuni yang dapat diandalkan disegala bidang.

Dalam memilih ketua umum, faktor kepemimpinan di Partai golkar sangat ditentukan oleh kapasitas dan kapabilitas kader.  Golkar membutuhkan pemimpin yang mampu menyampaikan visi karya dan kekaryaan, dengan semboyan Suara Golkar Suara Rakyat.

Pada masa-masa ini Golkar sangat membutuhkan sosok ketum yang mumpuni dalam segala sektor mulai dari penguasaan organisasi sampai dengan pendekatan akar rumput untuk menyambut aspirasi rakyat, dan semua itu ada pada diri Airlangga.

Airlangga sebagai sosok santun dalam berpolitik, banyak berbuat dan bekerja untuk Golkar, terbukti Golkar mampu di posisi kedua di Pileg 2019, dalam masa kepemimpinan yg sangat singkat sekitar 1,5 tahun saja sejak dikukuhkan pada Munaslub 2017 lalu.

Airlangga mampu menggerakan mesin partai, melakukan konsolidasi organisasi, memperjuangkan kader-kader Golkar menang dan duduk sebagai kepala daerah pada Pilkada serentak 2018 lalu, serta mampu merangkul semua kekuatan untuk berjuang keluar dari situasi yang sulit dimana Golkar mengalami beberapa turbulensi yg sgt hebat menjelang pemilu 2019.

Statement Haris Rusly Moti ini ngigau dan tidak paham Partai Golkar. Sebaiknya haris tdk perlu mengomentari sesuatu yang dia masih meraba-raba sosok ketum Airlangga Hartarto yang berproses dari ormas pendiri partai.

Sosok yang dibutuhkan dalam kepemimpinan partai golkar yang penuh dinamika adalah sosok pemimpin yang mampu merangkul stakholder partai Golkar dengan baik, berkarakter pemimpin bukan pemain.

Untuk itu apa yang disampaikan Haris Rusli Moti selaku pengamat partai politik terhadap Ketum Airlangga Hartarto adalah analisis yang dangkal, sumir dan cenderung tendensius sebaiknya Haris Rusli Moti masuk partai Golkar saja supaya paham akan kepemimpinan pak Airlangga Hartarto. 

Menurut saya yang dikatakan Haris Rusly sangat bertolak belakang dengan fakta sesungguhnya tentang hebatnya Airlangga pimpin Golkar dalam waktu yang singkat ini, dan sebagai Ketum Golkar pastinya Airlangga sangat paham kapan harus berbicara lantang, kapan harus berbuat dan berjuang dan hasilnya kita rasakan bersama dengan hasil yang fantastis Golkar bertengger di posisi kedua besar dalam pileg 2019 kemarin.

Jadi jelas disini Haris Rusly Moti belum mengenal golkar secara utuh, dan tidak mengetahui kapasitas dan kapabilitas Airlangga. Dilihat dari perspekti manapun, Airlangga sudah teruji dan matang sebagai Anggota DPR dan Menteri, serta kerja nyata tanpa banyak bicara sehingga merupakan sosok yang tepat memimpin kembali Golkar ke depan selaku ketua umum.

Dengan melihat cemerlang nya kualitas yang ditunjukkan airlangga dalam memimpin Golkar selama ini, maka sesungguhnya Golkar sangat membutuhkan Airlangga untuk dapat memimpin kembali partai Golkar dan melanjutkan periodesasi dalam momentum munas kedepan, dan mengembalikan tradisi Golkar sebagai pemenang pada Pileg dan Pilpres akan datang. 

Ditulis oleh: Muslim Jaya Butar Butar, Wakil Ketua PP Bakumham Partai Golkar.
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->