|
Menu Close Menu

Pasca Kenaikan Iuran BPJS, Dewan Ingatkan Pemkot Antisipasi Meningkatnya Pembuatan KS

Rabu, 30 Oktober 2019 | 13.32 WIB
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.
inijabar.com, Kota Bekasi- Kenaikan iuran BPJS untuk kelas 1 dan 2 sebesar 100 persen. Diprediksi akan meningkatnya warga Kota Bekasi untuk membuat Kartu Sehat (KS) berbasis Nomer Induk Kependudukan (NIK) yang tanpa iuran tersebut.

Kenaikan di prediski dari kalangan ekonomi menengah yang masih menggunakan BPJS. Beban hidup secara ekonomi pilihanya bagi kelompok masyarakat menengah ini menurunkan keanggotaan BPJS nya menjadi kelas 3 yang tidak mengalami kenaikan atau beralih menggunakan KS. Hal ini dikatakan anggota DPRD Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.

"Prediksi kenaikan pembuatan KS ini juga harus diantisipasi oleh Pemerintah Kota Bekasi. Misalnya antisipasi oknum-oknum yang bermain curang memalsukan pembuatan KK dan KTP bagi orang luar Kota Bekasi,"ungkap Ibnu Hajar Tanjung pada inijabar.com. Rabu (30/10/2019).

Selama ini, kata dia, ada saja oknum yang memanfaatkan kedekatan dengan pejabat birokrasi untuk membuat KTP dan KK palsu terutama bagi pasien yang melahirkan melalui proses ceasar dan diindikasi si pasien bukan warga kota Bekasi.

"Makanya perlu pengawasan ketat pembuatan KS NIK pasca naiknya iuran BPJS. Termasuk perketat proses klaim administrasi dari RS Swasta yang bekerjasama dengan KS,"saran politisi asal Gerindra ini.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->