|
Menu Close Menu

Ketua Partai Gelora Jabar Akui Ada Konflik Ideologis Sebagian Kader PKS Hijrah

Kamis, 21 November 2019 | 07.09 WIB
Partai Gelora Jawa Barat resmi terbentuk.
inijabar.com, Bandung - Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) resmi hadir di Provinsi Jawa Barat yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan kepada ketua DPD Partai Gelora 27 kabupaten/kota di Jabar.

SK Kepengurusan tersebut diserahkan langsung Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (21/11/2019).

"Ini menjadi landasan tugas bagi mereka untuk membentuk pengurus sampai tingkat paling bawah," kata Haris Yuliana.

Haris mengemukakan, meski belum mendapatkan catatan resmi terkait jumlah anggota Partai Gelora di Jabar, namun pihaknya optimistis jumlah kader Partai Gelora di Jabar bakal signifikan.

Sikap optimismenya itu seiring dengan terbentuknya kepengurusan di setiap kabupaten/kota. Terlebih, tambah Haris, dalam waktu dekat, pihaknya akan meluncurkan aplikasi digital perekrutan kader.

"Pada 16 Desember nanti, kami akan me-launching aplikasi keanggotaan. Jadi, (calon kader) bisa mendaftar di mana juga," ujar dia.

Disinggung kehadiran mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam partainya, Haris tidak menampiknya. Haris menyebut, tidak heran jika banyak mantan kader PKS yang kini berlabuh di partainya.

"Mayoritas mantan PKS. Di setiap kabupaten/kota selalu ada mantan PKS," tutur Haris.

Menurut Haris, banyaknya mantan kader PKS yang bergabung ke partainya tak lepas dari ada perbedaan ideologis yang cukup tajam dengan PKS saat ini.

"Ada konflik ideologis yang terjadi dengan PKS, yang membuat ketidaknyamanan dan kegelisahan dari sebagian kader," ungkap dia.

Haris meyakinkan bahwa karakter Partai Gelora sangat berbeda dengan PKS. Dengan mengusung ideologi Islam nasionalis, Haris optimistis, partainya akan dilirik banyak kalangan.

"Partai Gelora bukan untuk segmen terbatas. Kita tidak mengenal kiri, tengah, kanan. Ini satu akronim baru dalam perpolitikan Indonesia," pungkas Haris.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->