|
Menu Close Menu

Diduga Usai Makan Jamur, 7 Warga Garut Keracunan

Selasa, 24 Desember 2019 | 14.02 WIB

inijabar.com, Garut- Warga di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut keracunan usai menyantap jamur liar yang tumbuh di belakang rumah. Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Erwin Agung menyebut, warga di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut keracunan usai menyantap jamur liar yang tumbuh di belakang rumah. Jumlah korban keracunan sebanyak tujuh orang. 

"Mereka yang mengalami gejala keracunan adalah Ririn (26), Een (54), Rohana (83), Eva (16), Ema (56), Diki (35), dan Wawan (29). Mereka ini seluruhnya mengalami gejala keracunan setelah menyantap jamur liar yang dimasak oleh Ema," ungkapnya, Selasa (24/12/2019).

Erwin menjelaskan, Ema diketahui mengambil jamur liar yang berada di belakang rumah Rohana dan memasaknya. Saat matang, ia bersama ke tujuh warga menyantap jamur tersebut. Selepas menyantap jamur, seluruh orang yang memakan jamur tersebut mengalami gejala keracunan, mulai dari pusing hingga muntah.

"Mereka langsung dibawa ke Puskemas Kadungora untuk dirawat. Beberapa orang kondisinya cukup memprihatinkan sehingga kemungkinan membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding yang lainnya yang sudah membaik," tutur Dandim.

Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi pengambilan jamur liar di belakang rumah milik Rohana. Beberapa jamur masih ditemukan. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan, jamur tersebut memang tidak untuk dikonsumsi karena beracun. 

"Tanaman yang beracun memang memiliki ciri-ciri tersendiri, berbeda dengan tanaman yang tidak beracun. Contohnya saja, kalau jamur yang beracun ini punya warna yang macam-macam, baik kuning, merah, hitam legam, putih, sampai jingga. Di pangkal jamur beracun biasanya terdapat cawan atau cincin. Kalau dipotong pake pisau stainless akan meninggalkan noda biru atau hitam di pisaunya," jelasnya.

Dandim juga mengatakan, jamur beracun biasanya ada rasa pahit saat dimakan meski sudah mendapatkan bumbu yang cukup. 

"Kalau ada rasa pahitnya, lebih baik dimuntahkan karena itu pasti beracun," tandasnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->