|
Menu Close Menu

Ketua DPRD; Walikota Bilangnya Stop KS Per 29 November - 30 Desember 2019

Senin, 09 Desember 2019 | 06.32 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Terkait polemik pembahasan dalam pertemuan pimpinan dewan dengan Walikota Bekasi Rahmat Effendi sebelum digelarnya Rapat Paripurna pengesahan RAPBD 2020.  Disikapi Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman Juwono Putro.

Menurut dia, DPRD menilai pentingnya kebijakan itu (Kartu Sehat) disampaikan secara transparan dan jelas, serta tidak ambigu.

"Karena DPRD memang belum mengetahui KS-NIK akan diberhentikan per 1 Januari 2019. Yang disampaikan Walikota (saat pertemuan pimpinan dewan) adalah meminta agar nomenklatur KS tetap diusulkan karena sudah dimasukkan dalam KUA-PPAS 2020,"ujarnya.

"Sehingga meminta agar perubahan nomenklatur dan peruntukan KS menunggu Hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat yang diperkirakan akan diperoleh selambatnya 15 hari kerja sejak APBD 2020 yang disahkan bersama DPRD disampaikan ke Gubernur Jabar,"sambung politisi asal PKS ini. Senin (9/12/2019).

Hal ini, kata dia, sebagai hasil kebijaksanaan pimpinan DPRD dan ketua-ketua fraksi yang memiliki pandangan berbeda, yaitu agar Walikota mematuhi Perpres nomor 82 tahun 2018 dan Permendagri nomor 33 tahun 2019 dengan mengintegrasikan dengan BPJS sebagai kelanjutan dari program KS.

"Saat ini sesungguhnya DPRD masih menunggu hasil evaluasi Gubernur. Dengan catatan, bahwa agar tidak terjadi tundabayar di 2020 akibat kemungkinan terjadinya penambahan Claim pembayaran KS per bulan Oktober hingga Desember 2019 yang belum terkalkulasi dalam APBD Perubahan (APBDP) 2019,"papar Choiruman.

Maka Walikota saat itu (pertemuan pimpinan dewan), menyampaikan akan menghentikan sementara KS mulai 29 November 2019 hingga akhir Desember 2019, dan bukan mulai 1 Januari 2020.

"Jadi walikota meminta penghentian KS NIK bukan per awal Januari tapi mulai 29 November sampai akhir Desember 2019,"pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan Walikota Bekasi Rahmar Effendi saat dikonfirmasi melalui Whatsapp milik nya belum merespon.(*)
Bagikan:

Komentar