|
Menu Close Menu

Mahasiswa Sebut Kejari Bekasi Mandul Tangani Kasus-kasus Korupsi

Senin, 09 Desember 2019 | 19.05 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gerasi) menuding Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi mandul. Unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor Kejari Kota Bekasi, Senin (9/12/2019) siang hari tadi.

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Zainudin mendesak penanganan laporan tindak korupsi di Kota Bekasi agar diselesaikan. Pasalnya Kejari Kota Bekasi selaku lembaga penegakan hukum kasus korupsi masih tidak berdaya dalam menghadapi para koruptor pembegal uang rakyat.

"Bisa kita lihat, betapa lemahnya Kejari Kota Bekasi selaku lembaga penegakan hukum dalam pemeberantantasan Korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat perampok duit rakyat," ucapnya.

Sementara itu, saat unjuk rasa berlangsung beberapa kali dari mereka menyebut Kejari  karena lamban menangani kasus yang ada di Kota Bekasi.

"Korupsi menghambat perekonomian, korupsi adalah kejahatan yang paling jahat dari kejahatan hukum, untuk itu harus di berantas," katanya.

Menurut peserta aksi beberapa kasus korupsi mulai dari kelas teri hingga kakap masih mangkrak di Kejari Kota Bekasi. Seperti, dugaan kasus korupsi Stadion Mini Pondok Gede. Dugaan korupsi Pembangunan Gedung Mako Satpol PP dan mangkrak nya Gedung Mako Dishub. Dugaan korupsi dana hibah Organda Kota Bekasi. Dugaan korupsi Dana hibah KNPI Kota Bekasi. Dugaan korupsi pembangunan Folder air di Irigasi Danita dan Folder air di Aren Jaya. Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh eks Camat Pondok Gede berinisial M dalam dugaan kasus pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) Tanah. Kelanjutan dugaan korupsi mark up harga tanah perluasan TPA Sumur Batu. Dugaan korupsi alat penyandang Disabilitas oleh Dinsos Kota Bekasi. DPO Tersangka kasus mark up TPA Sumur Batu berinisial GS.(*)
Bagikan:

Komentar