|
Menu Close Menu

Ditanya Soal Lemahnya Komunikasi, Kadinkes Kota Bekasi Bilang Tak Ada Yang Ditutup-tutupi

Selasa, 17 Maret 2020 | 15.07 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati berjanji tidak akan menutup-nutupi data terkait pasien suspect covid-19. Hal tersebut ditegaskannya saat hadir di Rapat Kerja dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi pada Selasa (17/2/2020) di lantai 3 gedung DPRD Kota Bekasi. 

"Iya kami tidak akan menutup-nutupi informasi terkait data pasien suspect Corona. Kami terbuka termasuk kepada media jika ingin mengetahui informasi terkait penanganan Covid 19. kita siapkan ruangan nanti untuk media,"janjinya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi Hj.Evi Mafriningsianti mendesak agar Dinkes segera membuat alur yang jelas penanganan Corona. Termasuk soal informasi dan hal teknisnya. 

"Saya berharap Dinkes segera membuat alur yang jelas terkait informasi dan juga jika ada pasien yang ingin mengecek kesehatannya. Karena ini penting SOP (standar operasional prosedur) harus diketahui publik juga,"tegas politisi asal PAN ini.

Senada dikatakan Anggota Komisi IV Haeri Parani. Menurut dia, penting bagi masyarakat mengetahui informasi dan perkembangan mengenai penanganan Covid 19.

"Itu kan surat edaran nya tadi disebutkan sudah banyak ya. Nah saya kira baik informasi tersebit segera dipublish secara luas kepada masyarakat melalui media. Makanya saya usul tadi disiapkan satu ruangan untuk media agar bisa mengakses informasi perkembangan Corona,"tandasnya.

Kadis Dinkes dalam.Raker tersebut sempat menyinggung pagu anggaran yang diploting untuk jaminan kesehatan di Kota Bekasi (kartu sehat) sebesar Rp368 milyar untuk tahun 2020.

"Dari Rp368 milyar untuk Anggaran Kartu Sehat (KS) sudah dibayarkan hutang KS sebesar Rp40 milyar lebih. Tinggal sisanya belum diserap,"tutur Tanti.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASANG IKLAN--->