|
Menu Close Menu

Pemotongan Gaji ASN Belum Saatnya, Hj Evi; APBN/APBD Masih Mampu Untuk Tangani Corona

Selasa, 31 Maret 2020 | 08.38 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memutuskan akan memotong gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk penanganan wabah Covid 19 ditanggapi beragam. Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi,

Hj. Evi Mafriningsianti mengatakan, jika pun ada pemotongan gaji ASN haruslah proporsional. Dirinya yakin APBN dan APBD baik Provinsi maupun Kota/Kabupaten masih mampu untuk mencover penanganan virus corona.

"Saya yakin APBN n APBD ( prop/kota/kab ) mampu mengcover, hanya yang harus di pikirkan juga adalah impact ekonomi bagi pekerja harian. Ini yang harus di pikirkan, ketersediaan logistik dan pangan untuk mengcover,"ujarnya.

Dia menambahkan, Pemerintah harus merelokasi anggaran yang belum mendesak untuk dialihkan menjadi anggaran penanganan covid 19.

"Pemerintah haru merelokasi anggaran yang tidak urgent untuk terkonsentrasi penanganan covid 19. Jika anggaran pemerintah terbatas, tidak lagi mampu mengatasi tentu menjadi tanggung jawab bersama, di saat kondisi sprt sekarang, sekecil apapun kontribusi nya bisa saling menguatkan, termasuk pemotongan gaji bagi pejabat negara, anggota DPR, DPRD maupun ASN, tentu pemotongan nya proporsional lah disesuaikan besarannya,"tuturnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi ini mengaku siap dipotong gaji bulanannya sebagai wakil rakyat untuk penanganan wabah corona.

"Saya anggota Fraksi PAN siap untuk berkontribusi dengan pemotongan gaji, meskipun kita semua inshaAllah sudah bergerak bersama masyarakat dengan melakukan penyemprotan disinfectan massal, distribusi hand soap, masker dan sanitizer,"pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar