|
Menu Close Menu

Ketua Komisi 1 Nilai Wali Kota Bekasi Gagap Berinteraksi Dengan DPRD Soal Covid 19

Rabu, 15 April 2020 | 21.41 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi - Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak menilai Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi gagap membangun interaksi dalam penanganan Covid-19 serta pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi.

Sejak wabah Corona melanda, menurut poitisi Partai Demokrat ini, Rahmat Effendi maupun tim Gugus Satgas Covid-19 tidak transparan dalam menentukan kebijakan. Sehingga, komunikasi dengan DPRD tersendat.

"Masih ada kebuntuan komunikasi antara eksekutif dengan legislatif. Ini harus diluruskan agar roda pemerintahan bisa berjalan stabil, apalagi saat ini kita harus bekerjasama menangani wabah Covid-19," ucap Abdul Rozak, Rabu (15/4/2020).

Dia juga menyoroti bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik dalam bentuk sembako maupun uang kepada 130 ribu kepala keluarga.

Menurutnya, penentuan jumlah penerima seharusnya dikomunikasikan dengan legislatif. Hal itu guna meredam kecemburuan sosial yang dikhawatirkan menjadi persoalan baru di tengah masyarakat.

"Saya menyebut 130 ribu kk yang diusulkan belum menerima bantuan tersebut. Yang menjadi pertanyaannya, sistem yang diadopsi itu seperti apa dan bagaimana dengan warga yang tidak dapat. Bicara terdampak, saya rasa kriteria warga yang harus menerima bantuan jumlahnya lebih besar dari itu, lalu bagaimana solusinya?,“ kelakarnya.

"Seharusnya kita dilibatkan dan dimintai pendapat agar ada skenario mengantisipasi terjadinya kecemburuan sosial," tegas Abdul Rozak.

Selain itu, Bang Jek sapaan Abdul Rozak, selama masa pandemi Covid-19, eksekutif terkesan kurang massif melakukan sosialisasi. Terlebih menyangkut bantuan serta dapur umum di 12 kecamatan.

"Kemudian, sosialisasi dari pemerintah sangat minim terkait dapur umum. Saya sebagai anggota dewan juga belum mengetahui secara pasti fungsi tersebut, karena para ketua lingkungan di sekitar saya banyak menanyakan hal itu. Saya kira masalah komunikasi harus diperbaiki agar terjadi simbiosis mutualisme," ujarnya.(*)
Bagikan:

Komentar