|
Menu Close Menu

Sudah 2 Minggu #Dirumahaja Warga Mulai Galau Tak Ada Income

Senin, 06 April 2020 | 17.33 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Sudah 2 minggu warga berdiam di rumah. Bagi pekerja informasl yang mengandalkan penghasilan harian, diam di rumah merupakan siksaan tersendiri. Tidak ada pemasukan dari sisi ekonomi.

Warga mulai resah ketika pemerintah pusat, provinsi dan daerah hanya menghimbau warga di rumah bahkan sudah mulai dengan menakut-nakuti akan bertindak tegas bagi warga yang ngumpul-ngumpul di siang hari maupun malam hari.

Salah satu warga Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Dadang  Hendi menyatakan, warga semua takut dgn covid19 ini, mereka juga mau turutin aturan yang dibuat kepala daerah dan pemerintahnya tapi warga juga takut dengan anak istrinya tidak mendapatkan kebutuhan pangan yang mengakibatkan terancam tidak bisa makan.

"Dan apabila bertahan terus di rumah pasti akan mengakibatkan kelaparan. Kesenjangan sosial ini sedang terjadi dan dikhawatirkan apabila ini terus berlanjut ketidak percayaan kepada pemerintah bisa saja terjadi dan ini sangat memungkinkan angka kriminalitas naik,"ucapnya. Senin (6/4/2020).

Dirinya berharap Pemerintah Kota Bekasi segera ambil sikap dengan segara mengajak peran para pengusaha dan donatur kaya untuk bisa mengkordinirnya...menggalang dan menyumbangkan bahan kebutuhan pokok utamanya.

"Kalau kegelisahan warga terus di biarkan lama-lama akan berubah jadi kemarahan. Dan ini berjalan sdh hampir 1 bulan...masyaallah entah apa jadinya,"ungkap Dadang Hendi. 

"Mau masuk bulan puasa pula. Dan kini yang ada kita hanya bisa sedih dan sedih merasakan kepedihan tetangga teman teman dan warga lainya warga Bekasi yang di garis kemiskinan,"tandasnya.

Senada dikatakan warga Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu, Hotman. Dikatakan dia, kehidupan warga sudah terasa semakin sulit sementara bantuan dari pemerintah yang kongkrit belum dirasakan warga.

"Saya merasakan warga serba salah. Diam di rumah kondisinya semakin berat secara ekonomi. Mau keluar rumah juga tidak jelas kondisi nya. Sementara pemerintah masih bicara aturan dan himbauan. Tidak ada yang jelas didapatkan warga seperti kebutuhan pangan dan lainnya,"keluh Hotman.

Dirinya berharap pemerintah segera memberikan bantuan bagi warga terutama pekerja harian atau informal yang jumlahnya besar.(*)
Bagikan:

Komentar