|
Menu Close Menu

Korban Corona Terus Meningkat, Lurah Pengasinan Bentuk Tim Monitoring PSBB

Jumat, 01 Mei 2020 | 13.23 WIB
Lurah Pengasinan Kec. Rawalumbu Juhasan.
inijabar.com, Kota Bekasi- Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu tingkatkan pengawasan selama Kota Bekasi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 2. Apalagi diketahui 11 warga setempat dinyatakan positif Covid-19.

"Disini zona merah, sudah ada 11 orang yang positif Covid-19. Melalui tim monitoring ini kita tingkatkan pengawasan di lima titik," kata Lurah Pengasinan, Juhasan Antosuseno, Jumat (1/5/2020).

Ia menjelaskan, lima tim monitoring yang sudah terbagi masing-masing ditempatkan di pintu masuk 1 dan 2 Perumahan Pondok Hijau (Tol Timur), Jembatan Nol Perumahan Rawalumbu, Perbatasan Pengasinan dan Jatimulya, serta Perumahan Taman Narogong.

Tim yang ditugaskan tidak saja berasal dari aparatur Kelurahan Pengasinan. Lebih dari itu monitoring dilakukan bersama jajaran TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan DinasPemadam Kebakaran, dan Dinas Perhubungan.

“Kita juga berdayakan RT, RW, Pokdar Kamtibmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” kata Juhasan.

Dalam pelaksanaannya, tim monitoring PSBB melakukan sweeping kerumunan, memberhentikan pengendara yang tidak memakai masker dan mengecek suhu tubuh. Apabila ditemui ada warga atau pengendara tidak mengenakan masker ketika berada di luar rumah, maka tim monitoring akan bertindak.

“Kita lengkapi mereka dengan APD, apabila ada yang kedapatan tidak memakai masker ya kita kasih,” lanjutnya.

Juhasan mengungkapkan, pihaknya menyediakan 5.000 masker yang dibagikan kepada masyarakat untuk meminimalisir penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sebelumnya sebanyak 2.000 masker telah habis dibagikan, dan hari ini 1.000 masker siap didistribusikan.

Ia menambahkan, pihaknya sendiri telah menyiapkan 350 paket sembako yang dibagikan khusus bagi warga Pengasinan yang terdampak Covid-19. Meski apabila warganya telah menerima bantuan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, apabila stok sembako sudah habis maka Juhasan siap membantu.

“Kalau ada yang merasa hari ini atau besok sudah tidak punya beras, datang saja kesini (kelurahan), dari pada laper,” ujarnya. (*)
Bagikan:

Komentar