|
Menu Close Menu

Salahkan Pemdes Soal Data Bansos, Ketua PPDI; Justru Camat Gagal Paham

Jumat, 29 Mei 2020 | 16.32 WIB

inijabar.com, Ciamis- Terkait pernyataan Camat Cisaga Hj Rusmiwati yang menuding aparatur pemerintahan desa yang kurang pemahaman sehingga menimbulkan double data penerima bantuan sosial (bansos). Pernyataan camat tersebut disesalkan Ketua PPID (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kecamatan Cisaga, Carikin. 

"Kami sangat menyayangkan pernyataan Camat Cisaga di salah satu media online pada saat menerima audiensi Karang Taruna Kecamatan Cisaga hari Jum'at 29 Mei 2020 terkait data penerima bantuan sosial yang double data dengan penerima BLT Desa,"ujar Carikin pada inijabar.com. Jumat (29/5/2020).

Sekedar diketahui, Camat Cisaga Hj.Rusmiwati menyatakan, terkait dana bantuan double data dilatarbelakangi kurangnya pemahaman aparatur pemerintahan desa yang mengusulkan data bantuan antara daftar penerima Bansos provinsi dengan calon penerima BLT. 

Dijelaskan Caringin, bahwa apa yang disampaikan oleh camat sebagai bentuk gagal faham terhadap situasi dan kondisi di lapangan yang kesehariaannya selalu dijalani aparatur pemerintahan desa. 

"Sebagai orang yang di lapangan saya kasihan sekali terhadap perangkat desa yang kerja keras di tengah pandemi covid 19 untuk dapat mengakomodir warga agar mendapat bantuan dari pemerintah,"tuturnya. 

"Setahu saya bahwa calon penetima bansos provinsi yang diusulkan para ketua rw melalui HP Sapa Warga ternyata tidak terakomodir semua oleh Dinsos Provinsi bahkan tidak pernah menyebutkan quota.ketika terjadi double data bansos dengan BLT maka data orang yang akan mendapatkan BLT Desa yang kemudian dicancel (dibatalkan) dan dialihkan kepada yang belum mendapatkan bantuan. Maka tidak ada penerima bantuan yang mendapatkan bantuan pemerintah secara ganda,"sambung Caringin. 

Dirinya berharap persoalan tersebut tidak ada lagi pihak yang menyalahkan pemerintahan desa. 

"Saya berharap pihak manapun yang di atas untuk tidak menggelindingkan bola panas di lingkungan aparatur desa. Kasihan mereka,"pungkasnya.(edo)
Bagikan:

Komentar