Jelaskan Kronologis, RS Awal Bros Bantah Cari Rejeki Dalam Menetapkan Pasien Covid 19 inijabar.com
|
Menu Close Menu

Jelaskan Kronologis, RS Awal Bros Bantah Cari Rejeki Dalam Menetapkan Pasien Covid 19

Senin, 08 Juni 2020 | 14.49 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi-  RS Awal Bros Kayuringin Kota Bekasi akhirnya memberikan keterangan pers terkait pemberitaan meninggalnya seorang pasien bernama Ny.P yang pemusalaraannya dengan cara covid 19. 

Perwakilam RS Awal Bros, dr. Deno  Saputro didampingi dr Yadi Mulyadi menyebut pihak rumah sakit tidak menyebut jenazah negatif atau positif.

"Kronologis nya Ny.P datang RS Awal Bros pada 26 Mei siang dengan keluhan demam sudah 3 hari. Sesuai dengan protap Kemenkes demam salah satu suspect covid,"tuturnya. Senin (8/6/2020).

Lanjut dikatakan dr Deno, dari scoring Torak gejala awal pasien covid adalah demam. hasil dari klinik lain pasien dinyatakan DBD, pada status masuk Ny P, kita masukan dalam status PDP. 

"Sesuai dengan aturan Kemenkes semua pasien dalam protap yang berstatus ODP dan PDP harus diisolasi. Dan dinyatakan juga bila 2 kali berturut-turut pasien di tes PCR negatif baru pasien dinyatakan negatif,"tandasnya. 

"Pada tanggal 27 Mei pasien mengalami kondisi perburukan dan tanggal 28 mei pasien meninggal pada jam 04.00 subuh dan saat itu belum dapat terkonfirmasi hasil nya. Namun sesuai instruksi Kemenkes, pemusalaran jenazah harus tetap dilakukan protokoler covid,"ujar dr Deno. 

Dia menegaskan pada kasus Ny P ini yang dilakukan RS Awal Bros sudah sesuai aturan. Karena kalau tidak pemusalaraan jenazah dengan covid. Maka pihaknya yang dipersalahkan. 

"Yang kita lakukan sudah sesuai protokoler kesehatan. Memang saat malamnya keluar hasilnya negatif,"ujarnya.

"Kami kalau dikorek hati ini kami lelah. Tidak ada kami mencari rejeki dari penetapan covid 19,"tandasnya.(*)



Bagikan:

Komentar