|
Menu Close Menu

Aktifis PDIP Ini Minta Megawati Jangan Pilih Istri Sunjaya Jadi Wabup Cirebon

Senin, 13 Juli 2020 | 20.51 WIB

inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Pasca di tangkapnya Sunjaya Purwadisastra oleh KPK dan dilantiknya H. Imron Rosyadi  sebagai Bupati Cirebon kondisi pemerintahan Kabupaten Cirebon semakin semrawut. 

Hal itu dikatakan  Aktifis dan Kader PDI Perjuangan di Cirebon Suhada bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan implikasi dari kebijakan Sunjaya yang terlalu serampangan dan terkesan asal-asalan pada saat menjabat dari mulai pembangunan infrastruktur penyerapan tenaga honorer yang berlebihan. 

Menurut Suhada, dalam melakukan rotasi dan mutasi seenaknya bahkan untuk penempatan posisi jabatan cukup ditentukan nilai nominal yang beragam tergantung Dinas mana? Posisi dan jabatannya akan tetap itupun jika setoran setiap bulannya lancar, kalau tidak maka akan kembali di geser," ungkap Kang Dada sapa akrabnya saat ditemui media, Senin (13/7/2020). 

Masalah Rekom yang jatuh sama Wahyu Tjiptaningsih istri mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang terkena banyak kasus.

"Apa tidak ada kader yang lebih baik lagi selain ayu, terus rekom sendiri belum final untuk Ayu, sedangkan Kader PDI Perjuangan sendiri banyak yang lebih dari seorang Ayu," jelasnya. 

Ayu sendiri, sambung dia, masih dalam pengawasan KPK terkait kasus suaminya, karena secara tidak langsung Ayu pasti terlibat dengan suaminya Sunjaya Purwadisastra.

"Kami masyarakat merasa takut akan terjadi kembali seperti suaminya yang terkena OTT apabila Ayu jadi Wabup. Mengingat sangat strategisnya posisi Wabup di Kabupaten Cirebon yang notabene merupakan daerah yang sudah menorehkan sejarah panjang kemenangan PDI Perjuangan," imbuhnya. 

"Kami berharap dan meminta kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Hj Megawati Soekarno Putri untuk menyeleksi dan menentukan langsung 19 daftar calon wakil bupati yg sudah mengikuti proses tahapan fit and proper test," pungkas Kang Dada. (Fii)
Bagikan:

Komentar