|
Menu Close Menu

Balon Bupati Tasik KH Asep Ahmad Maoshul Affandy Safari Politik Ke Pesantren Cipasung

Rabu, 15 Juli 2020 | 14.35 WIB

inijabar.com, Tasikmalaya - Setelah beberapa hari yang lalu dilakukan deklarasi oleh Dewan Kyai dan Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida), bakal calon (Balon) Bupati Tasikmalaya sekaligus Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Manonjaya, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy langsung lakukan silaturahmi politiknya ke Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Selasa Malam (14/7/2020).

Kedatangan silaturahmi Balon Bupati Tasikmalaya, KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy beserta rombongan Keluarga Besar Ponpes Miftahul Huda Manonjaya tersebut disambut baik oleh Sekretaris Yayasan Pesantren Cipasung, KH. Acep Adang Ruhiat. 

Dalam kesempatan tersebut, KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy mengaku bahwa kedatangannya ke Ponpes Cipasung, Singaparna yakni ingin mempersunting KH. Acep Adang Ruhiat sebagai pasangan politiknya di kontestan Pilkada 2020. 

Dipilihnya Cipasung sebagai Pesantren pertama yang didatangi bukan tanpa sebab, jadi kalau orangtua kami dulu bersama-sama dalam pergerakan untuk kepentingan Islam.

"Sudah seharusnya kami sekarang berjuang bersama, saya juga tidak mau berangkat tanpa bersama-sama dengan Keluarga Besar Ponpes Cipasung, Singaparna," ujar Balon Bupati Tasikmalaya, KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy, Rabu, (15/7/2020).

Oleh sebab itu kata KH. Asep, sejak awal saya berharap KH. Acep bisa maju di Pilkada, dan kami selaku Pimpinan Ponpes Miftahul Huda siap berjuang dan mendukung bersama-sama, 

"Saya juga sudah menyampaikan kepada beliau, tolong lanjutkan perjuangan yang dulu, biar saya menjadi makmum, tapi untuk sekarang beliau belum mau, malah meminta saya maju dan menjadi Imam, saya sami’na wa atho’na, yang terpenting Pondok Pesantren harus tampil dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Tasikmalaya," ungkap KH. Asep.

Menurut KH. Asep, problematika di Kabupaten Tasikmalaya menjadi beban dan tugas Pondok Pesantren, sebetulnya ada calon atau tidak ada calon Bupati dari lingkungan Pondok Pesantren. Namun kepedulian Pesantren tidak akan pernah berhenti.

Sementara KH. Acep Adang Ruhiat mengaku bahwa kedatangan KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy ke Ponpes Cipasung Singaparna merupakan pertemuan antara dua orang sahabat.

"Jadi kebersamaan kami sebagai sahabat dengan beliau sudah terjalin lama sejak mondok di Pesantren," katanya.

"Dan komunikasi kami dengan beliau terjalin baik, hingga pada saat itu kami bertemu di Gedung Parlemen, di DPR RI kami pernah satu Komisi dengan beliau," ujar KH. Acep Adang Ruhiat. (*/edo)

Bagikan:

Komentar