Pembeli Kantor Golkar Kota Bekasi Curhat Akan Berjuang Dapatkan Hak nya inijabar.com
|
Menu Close Menu

Pembeli Kantor Golkar Kota Bekasi Curhat Akan Berjuang Dapatkan Hak nya

Minggu, 05 Juli 2020 | 18.06 WIB
Andy Iswanto Salim
inijabar.com, Kota Bekasi- Pembeli kantor DPD Golkar Kota Bekasi Andi Iswanto Salim mengungkapkan, dirinya akan terus berjuang demi mendapatkan hak nya selaku pemilik sah gedung yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT.04/RW.03, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan itu. Hal tersebut diungkapkan dalam rilis yang diberikan ke redaksi inijabar.com. Minggu (5/7/2020).

"Kita tekankan kalau Pepen (sapaan akrab Rahmat Effendi selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang juga sebagai Wali Kota Bekasi - Red) sudah buat statement dan pengakuan bahwa asset itu sudah beralih ke Andy Salim,"ujarnya.

Bahwa proses jual beli tersebut, kata Andy, sudah sejak tahun 2004 lalu dan hal ini juga sudah di akui oleh pihak Ketua DPD sendiri selaku Penjual di media masa beberapa waktu lalu.

"Bahkan transaksi yang sudah puluhan tahun ini menjadi masalah hukum yang tidak kunjung beres, sekalipun sudah ada putusan inkraah (berkekuatan hukum tetap)," tuturnya. 

Andy menjelaskan, pada Tanggal 13 September 2004 lalu ada Keputusan Bersama Antara DPD Golkar Kabupaten dan Kota Bekasi yang ditandatangani oleh Ketua masing-masing DPD tentang Pelepasan Asset Partai Golkar Bekasi. 

"Tanggal 1 Oktober 2004 ada keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Bekasi Nomor: KEP-58/DPD-II/P.GOLKAR/X/2004 yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris yang menjabat memutuskan tentang Pelepasan Asset Bersama (Tanah dan Bangunan) kantor DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Bekasi yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.18 Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi kemudian menetapkan harga jual Asset tersebut senilai Rp 3 milyar," ungkapnya.

Pada tanggal 25 Oktober 2004, sambung dia, ada penandatanganan pengikatan Jual Beli dan Surat Kuasa juga Surat Pernyataan di Notaris Bekasi, Ny. Rosita Siagian, SH antara pihak DPD Golkar Kabupaten dan Kota Bekasi dengan Andy Salim.

"Namun saya digugat kembali untuk yang kesekian kalinya oleh DPD Golkar Kota Bekasi. Kita bisa melihat bagaimana kwalitas seseorang apalagi Pimpinan tertinggi daerah yang tidak amanah dan dapat merugikan kelangsungan Partai Golkar oleh Pemimpin yang tidak dapat menempati janjinya yang tidak taat hukum malah cenderung mempermainkannya,"ucapnya.

"Saya akan terus berjuang untuk menegakkan kebenaran dan demi sebuah Kepastian Hukum, saya akan menuntut semua pihak yang sudah terbukti merugikan saya. Semoga Tuhan menolong saya dan melaknat orang-orang yang sudah berlaku dzolim,"pungkasnya.(*)
Bagikan:

Komentar