|
Menu Close Menu

Wagub Jabar Bilang Setelah Diberikan Pelatihan Bisnis, Santri Harus Diberikan Akses Menjual Produk

Sabtu, 11 Juli 2020 | 03.59 WIB

inijabar.com, Kota Tasikmalaya- Wakil Gubernur Jawa Barat  Uu Ruzhanul Ulum mendampingi kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia (RI) di acara pembukaan Pelaksanaan Pelatihan SDM Koperasi dan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/20). 

Dalam sambutannya, Uu mengapresiasi pelatihan bagi 340 pegiat koperasi dan UMKM di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. 

Hal ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial para peserta. Selain itu, Uu mengapresiasi program-program pemerintah termasuk Kementerian Koperasi dan UKM yang kini sudah menjadikan pondok pesantren atau santri sebagai target sasaran. 

"Santri dulu hanya dikenal mengaji alias bergerak di tarbiyah (pendidikan). Tapi kini pesantren sedikit demi sedikit diajak dalam bidang muamalah (bisnis).

"Ini membanggakan komunitas pesantren di Jabar," ucap Uu.

"Karena perkembangan Islam kalau didukung tiga elemen tarbiyah, siyasah (politik), dan muamalah akan hebat. Dan hari ini santri diajak bicara ekonomi, saya ucapkan terima kasih," tambahnya.

Adapun terdapat sembilan jenis pelatihan SDM koperasi dan UMKM yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM RI di Hotel Horison dan tiga hotel lain, antara lain pelatihan manajemen kewirausahaan bagi santri, pelatihan perkoperasian syariah bagi pondok pesantren, serta pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat perkebunan/pertanian dan peternakan/perikanan. 

Pria yang akrab disapa Kang Uu menambahkan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mendorong kegiatan koperasi dan UKM sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Setelah ini, harapan Uu pesantren, koperasi, dan UMKM harus diberi akses dalam segala hal. Jangan hanya pelatihan tanpa diberi akses menjual, mendapat bahan baku, dan lainnya.

"Begitu juga kami (Pemda Provinsi Jabar) memberi peluang misalnya melalui program OPOP (One Pesantren One Product) dan OVOC (One Village One Company)," kata Kang Uu.  (Fii)
Bagikan:

Komentar