|
Menu Close Menu

Warga Ini Curhat di Medsos Terima Sembako Provinsi Jabar Tahap 2 Tanpa Uang Tunai Rp150 Ribu

Sabtu, 18 Juli 2020 | 15.36 WIB

inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Cuitan salah satu warga Rt 04 Rw 06 Blok Pekoleman Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, yang menyebut telah menerima bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat dalam bentuk paket sembako hanya berisi sembako senilai Rp350 ribu tanpa ada uang tunai Rp150 ribu seperti sebelumnya menuai polemik di masyarakat.

Seperti diketahui Bansos dari Pemprov Jabar untuk warga terdampak covid 19 senilai Rp500 ribu yang terdiri dari Rp350 ribu dalam bentuk paket sembako ditambah uang tunai Rp150 ribu.

"Saya mendapatkan Banprov hanya sembakonya aja tidak ada uangnya. Setelah dikonfirmasi wartawan, pemilik akun tersebut melalui aplikasi Massenger. Pemilik akun tersebut menceritakan, dirinya mendapat banprov Jabar tahap ke 1 komplit berupa sembako senilai Rp350 ribu dan uang tunai Rp150 ribu.

"Saya mendapatkan Banprov itu komplit semua berupa Sembako dan uang Rp 150 ribu, tapi kenapa sekarang bantuan Tahap II itu tidak ada uangnya,"jawabnya pada wartawan melalui mesengger.

"Ironisnya, malah yang membagikan Banprov tersebut menawarkan pilihan mau uang atau sembako," jelas pemilik akun tersebut.

 Terpisah, saat tim media mengkonfirmasi ke salah satu pengurus lembaga yang tidak mau disebutkan namanya juga membenarkan bahwa Banprov itu telah dipotong oleh satu oknum RW, potongan tersebut juga tanpa sepengetahuan lembaga dan pihak kelurahan, Sabtu (18/7/2020).

Namun saat wartawan menanyakan pada Ike Sri Agustina, Lurah Kemantren Ike Sri Agustina melalui WA (Whatsapp) menyatakan, masalahnya sudah clear dan hanya salah paham saja.

"Sudah dikonfirmasi dan clear mas. Hanya miskomunikasi aja antara Pak RW dengan warganya. Tidak usah jadi berita mas, punten. Karena memang tidak ada masalah, hanya miskomunikasi saja," ujar Ike.

"Iya tapi sudah diselesaikan mas dan tidak berkepanjangan. Kami beserta pembina juga sudah langsung menangani dan meng-clear-kan kesalahpahaman di warga," pungkas Ike tanpa menjelaskan apa yang dimaksud miss komunikasi.(Fii)
Bagikan:

Komentar