Anggota DPRD Jabar Ronny Hermawan Sebut Sudah Ada Dukungan Politik Untuk Flyover Bekasi Timur Sejak 2025

Redaktur author photo

inijabar.com, Kota Bekasi- Rencana pembangunan flyover untuk perlintasan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi kembali menguat terutama pasca tragedi musibah kecelakaan kereta api yang menewaskan belasan orang yang mayoritas perempuan di stasiun Bekasi Timur.

Selain itu persoalan kemacetan panjang yang setiap hari terjadi di sekitar perlintasan rel kereta api Bulak Kapal dinilai sudah masuk kategori darurat infrastruktur dan membutuhkan solusi permanen.

Anggota DPRD Jawa Barat,Ronny Hermawan  menyebut para anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok telah ikut mendorong serta mengawal rencana pembangunan flyover tersebut sejak tahun lalu.

Menurutnya, flyover di perlintasan kereta api Bekasi Timur menjadi kebutuhan prioritas karena menyangkut mobilitas masyarakat dalam skala besar.

“DPRD Provinsi Jawa Barat, rekan-rekan kita semua yang dapil Kota Bekasi dan Kota Depok ikut berperan serta untuk mendorong dan mengawal program flyover Bulak Kapal bahkan sejak tahun lalu sebenarnya. Kebutuhan ini menjadi kebutuhan prioritas bagi infrastruktur besar yang bisa digunakan masyarakat Kota Bekasi,” ujar Ronny Hermawan. Senin (16/5/2026)

Perlintasan Kereta Jadi Titik Macet Kronis

Ronny Hermawan yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bekasi ini mengatakan, perlintasan kereta api di Bekasi Timur selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling parah di Kota Bekasi. 

"Saat palang pintu tertutup karena kereta melintas, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat bisa mengular hingga ratusan meter,"ungkapnya.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya volume kendaraan dari arah Jalan Ir. H. Juanda, Bulak Kapal, akses Tol Bekasi Timur hingga jalur menuju pusat kota.

Ronny menilai pembangunan flyover menjadi solusi paling masuk akal untuk memisahkan arus kendaraan dengan jalur kereta api agar kemacetan tidak terus berulang setiap hari.

Flyover Dinilai Bisa Kurangi Risiko Kecelakaan

Selain mengurai kemacetan, kata Ronny, pembangunan flyover di perlintasan kereta api Bekasi Timur juga dianggap penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Selama ini, kawasan perlintasan kereta kerap dipadati kendaraan yang saling berebut jalur ketika palang pintu dibuka. Situasi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Dengan adanya flyover, kendaraan tidak lagi harus berhenti menunggu kereta melintas sehingga arus lalu lintas dapat bergerak lebih lancar dan aman,"tuturnya.

Meski dorongan politik mulai menguat, kata Ronny, masyarakat Kota Bekasi kini menunggu langkah konkret pemerintah terkait kepastian proyek flyover tersebut. Mulai dari tahapan perencanaan teknis, pembebasan lahan, hingga penganggaran pembangunan menjadi perhatian publik.

Dia berharap proyek flyover perlintasan kereta api Bekasi Timur tidak kembali menjadi wacana tahunan tanpa realisasi nyata di lapangan.

Jika proyek ini berhasil diwujudkan, flyover tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis di kawasan Bekasi Timur yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini