140 Wisudawan Institut Attaqwa Bekasi 2026 Siap Hadapi Era Digital Berbasis Syariah

Redaktur author photo


Sebanyak 140 Sarjana lulusan Institut Attaqwa KH.Noer Ali diwisuda bertempat di Islamic Center Kota Bekasi

inijabar.com, Kota Bekasi – Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXVI dan Magister I pada Selasa (8/9/2026) di Gedung H. Roesmin, Islamic Centre Bekasi. 

Sebanyak 140 lulusan, terdiri dari 120 sarjana (S1) dan 20 magister (S2), resmi diwisuda dalam prosesi yang mengusung tema "Membangun Peradaban Unggul Melalui Integrasi Syariah di Era Digital."

Momentum wisuda tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, tetapi juga menjadi bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan umat.

Prosesi wisuda dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, IFP, AEPP, WPPE, QFC. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai syariah dengan perkembangan teknologi di era digital.

Menurutnya, transformasi digital membuka peluang besar bagi umat Islam untuk membangun peradaban yang maju, inovatif, dan berdaya saing. Namun, perkembangan teknologi harus tetap berlandaskan nilai agama, etika, serta kemaslahatan masyarakat.

Prof. Murniati menjelaskan bahwa integrasi syariah tidak hanya berlaku pada sektor ekonomi dan keuangan, tetapi juga mencakup dunia pendidikan, bisnis, teknologi, hingga kehidupan sosial.

Ia menilai pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang transparan, adil, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Selain penguasaan teknologi, generasi muda juga dituntut memiliki literasi syariah, integritas, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, perpaduan ilmu pengetahuan, inovasi digital, dan nilai-nilai Islam akan melahirkan kemajuan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Menutup orasinya, Prof. Murniati menegaskan bahwa peradaban unggul adalah peradaban yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual.

Wisuda tahun ini sekaligus menjadi penutup rangkaian akademik Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, dengan harapan seluruh lulusan mampu menjadi generasi profesional yang siap menghadapi tantangan era digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman.(Ica/San)

Share:
Komentar

Berita Terkini