Praktisi Hukum Tuding DLH Hamburkan Uang Rakyat Kota Bekasi Untuk Tanam Pohon Senilai Rp2,2 Miliar inijabar.com
|
Menu Close Menu

Praktisi Hukum Tuding DLH Hamburkan Uang Rakyat Kota Bekasi Untuk Tanam Pohon Senilai Rp2,2 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 09.37 WIB


inijabar.com, Kota Bekasi-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Bekasi, Yayan Yuliana dianggap telah melakukan pembohongan publik kepada masyarakat yang menyatakan tidak adanya perogram penghijauan. 


Hal itu disampaikan langsung oleh Jeni Basauli, Ketua Pusat Studi Hukum dan Advokasi Bhagasasi (PSHAB). Jeni mengukapkan, selain itu Yayan Yuliana diduga kuat melakukan rekayasa program Anggaran APBD untuk penanaman pohon di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. 


"Padahal Yayan telah menganggarkan Anggaran APBD sebesar Rp 2,2 Milyar. Selain itu, mereka disinyalir menjaring dana CSR untuk Penghijauan," papar Jeni dengan tegas kepada inijabar.com Jum'at (21/8/2020).


Lebih lanjut, Jeni menjelaskan bahwa jika APBD dikolaborasikan, kedua Anggaran tersebut rentan untuk digelapkan oleh Kadis LH Pemkot Bekasi. 


"Masyarakat tidak pernah tahu, Anggaran mana yang digunakan oleh Yayan untuk penghijauan. Jika CSR kenapa APBD dicairkan? Dan kalau dicairkan berarti ada upaya rekayasa dong," ujar Jeni seraya bertanya. 


Selain itu, sambung Praktisi Hukum tersebut, informasinya dari Anggaran APBD 2019 sebesar Rp 2,2 Milyar yang diproyeksikan 15 ribu pohon sesuai RAB dengan rincian pohon yang dibutuhkan, yakni pohon sengon, pohon asem jawa bambu duri namun realisasinya tidak sesuai. 


"Informasi yang kami himpun, realisasi penanaman pohon di Bulan Oktober 2019 itu hanya 8000 pohon, nah kemana itu Anggaran 7000 pohon lagi? Oleh karenanya, kami meminta Kejaksaan Negeri untuk turun tangan," imbuh Jeni. 

Adapun jenis pohon yang ditanam yakni pohon Sengon, pohon Trambusi, pohon Asem Jawa dan pohon  Bambu Duri. Saat ini dalam kondisi mati tak terawat.

Sayang, Yayan Yuliana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Bekasi saat coba dikonfirmasi lewat WhatsApp dengan pertanyaan Apa manfaat dari penanaman pohon-pohon tersebut? Pembelian pohon-pohon tersebut di ambil dari dana CSR mana saja? Berapa besar nilai pembelian pohon-pohon yang ditanam disekitar TPST Bantargebang? Program tersebut sangat baik untuk kelestarian biota tanah disekitar lokasi, siapa penggagas dari program tersebut? Mulai kapan penanaman disekitar lokasi TPST tersebut dilakukan?. Hingga berita ini diturunkan dirinya belum juga merespon.(*)

Bagikan:

Komentar