![]() |
| Sejumlah pengemudi angkot di titik rawan kemacetan momen Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan mendapat kompensasi karena dampak diliburkan |
inijabar.com, Kota Bandung- Kompensasi bagi sopir angkot, becak, dan andong yang diliburkan selama arus mudik dan balik Idulfitri 2026 dicairkan Pemprov Jawa Barat.
Sebanyak 3.000 pengemudi menerima kompensasi dengan nilai mencapai Rp6,9 miliar untuk pengemudi angkot di jalur rawan kemacetan di momen Idul Fitri.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, pencairan dana kompensasi tersebut mulai dilakukan pada Kamis (12/3/2026) malam.
"Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Adapun titik rawan macet, seperti Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Padalarang, Lembang, dan Kota Bandung. Sebagian sopir diliburkan sebelum Idulfitri, sementara lainnya setelah hari raya.
"Kita pertimbangkan sopir diliburkan bukan hanya arus mudik, tetapi juga arus wisata setelah hari raya," ucap Dedi.
Pemprov Jabar, kata Dedi, juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Salah satunya dengan mengoperasikan mobil Mercy milik gubernur yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan layanan kesehatan darurat di Tol Cipali.
Inovasi tersebut, lanjut Dedi, terinspirasi dari kejadian warga yang melahirkan di pinggir jalan tol. Dengan adanya kendaraan tersebut, diharapkan layanan kesehatan darurat bisa diberikan lebih layak.
"Hari ini akan diluncurkan ke tol Cipali sehingga nanti kalau ada melahirkan di jalan, melahirkan di Mercy, jangan lagi di pinggir jalan,"kata Dedi.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengimbau masyarakat untuk menghargai para petugas yang bekerja di lapangan selama masa mudik Lebaran.
Dedi mengapresiasi keluarga para petugas yang harus merelakan waktu bersama keluarga demi kelancaran arus mudik. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tetap bekerja saat masyarakat merayakan Idul Fitri.(*)




