![]() |
| Pasca MoU BRIN dan PT.DAHANA |
inijabar.com, Jakarta- Kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional dan PT Dahana menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai serius mempercepat penguasaan teknologi industri strategis nasional.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Selasa (19/5/2026), kedua lembaga sepakat memperkuat riset, inovasi, hingga hilirisasi teknologi untuk kebutuhan industri nasional.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan bersama Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian.
Kolaborasi ini dinilai penting di tengah tantangan global yang menuntut setiap negara memiliki kemandirian teknologi, terutama di sektor industri strategis. Selama ini, banyak hasil riset nasional dinilai belum maksimal masuk ke dunia industri karena lemahnya hilirisasi dan minimnya kolaborasi antara lembaga riset dengan perusahaan nasional.
Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan menegaskan kerja sama dengan BRIN merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat penguasaan teknologi dalam negeri melalui riset yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara PT Dahana dan BRIN diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil riset dan inovasi nasional menjadi produk maupun teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi industri strategis Indonesia,” ujar Hary.
Sementara itu, Deputi BRIN R. Hendrian menyebut sinergi ini menjadi upaya nyata mempertemukan kapasitas riset nasional dengan kebutuhan industri strategis yang terus berkembang.
Menurutnya, pemanfaatan hasil riset harus mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi strategis di tingkat global.
Kerja sama BRIN dan PT Dahana mencakup berbagai bidang penting, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi industri strategis, pemanfaatan hasil inovasi, hingga penguatan ekosistem riset nasional berbasis kebutuhan industri.
Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional berbasis inovasi. Jika kolaborasi semacam ini berjalan efektif, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing sekaligus mempercepat lahirnya produk teknologi karya anak bangsa.
Sinergi antara BRIN dan PT Dahana menjadi momentum penting agar hasil riset tidak lagi hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjadi kekuatan industri nasional yang mampu bersaing di pasar global.(SriMS)



