Pasca Penertiban PKL Pasar Baru Khawatir Sepi Pembeli, Disdagperin: Jangan Takut!

Redaktur author photo


Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi, Juhasan, saat monitoring PKL.

inijabar.com, Kota Bekasi - Upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk menata kawasan Jalan Ir. H. Juanda, masih membentur kendala psikologis dari para pedagang kaki lima (PKL).

Sebagian pedagang dilaporkan masih enggan menempati fasilitas kios gratis di Blok II Pasar Baru Bekasi, karena khawatir akan kehilangan pelanggan setelah dipindahkan dari bahu jalan dan trotoar.

Kekhawatiran mengenai penurunan omzet tersebut, membuat penataan tata ruang di jantung kota belum berjalan sepenuhnya optimal.

Padahal, pemerintah daerah telah memastikan tidak akan memungut biaya sewa apa pun, bagi para pedagang yang bersedia memindahkan lapak usahanya ke dalam bangunan pasar.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Juhasan, membenarkan adanya kecemasan dari para pedagang tersebut. Menurutnya, anggapan bahwa berjualan di dalam pasar kurang strategis merupakan tantangan klasik dalam setiap program relokasi.

"Ketakutan mereka itu kalau pindah ke dalam, pembelinya tidak ada. Padahal itu persoalan yang umum terjadi saat proses penataan pasar," ujar Juhasan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/6/2026).

Juhasan menegaskan, bahwa kebijakan relokasi ini merupakan solusi komprehensif, untuk menciptakan ketertiban umum tanpa mematikan mata pencaharian warga. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema zonasi, berdasarkan jenis komoditas untuk mempermudah pembeli mencari kebutuhan mereka.

"Silakan masuk ke Blok II. Tidak ada biaya sama sekali, tinggal masuk saja. Nanti penempatannya disesuaikan berdasarkan jenis dagangannya, seperti blok daging, sayuran, dan lainnya," kata Juhasan menjelaskan.

Guna memastikan kelayakan tempat usaha yang baru, Disdagperin Kota Bekasi juga telah melakukan perbaikan infrastruktur fisik secara menyeluruh pada area Blok II, termasuk pembersihan lantai bawah tanah (basement), normalisasi saluran air, hingga penambahan fasilitas penerangan.

"Kalau bicara kelayakan, semuanya sudah kami benahi. Saluran air sudah diperbaiki, area basement dibersihkan, penerangan ditambah dengan lampu sorot di setiap sudut. Jadi fasilitasnya sudah kami siapkan semaksimal mungkin," tutur Juhasan.

Melalui penataan ini, Pemkot Bekasi mengimbau para pedagang untuk bersama-sama mendukung pemulihan fungsi jalan publik. Juhasan optimis, ekosistem niaga di dalam pasar akan terbentuk dengan sendirinya, apabila seluruh pedagang kompak menjaga ketertiban.

"Jangan takut tidak laku. Kalau semua pedagang sudah masuk ke dalam, pembeli pasti akan mencari. Mereka datang memang untuk berbelanja. Kami berharap para pedagang bersama-sama mendukung penataan ini agar Jalan Juanda menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman," pungkas Juhasan. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini