![]() |
| Foto bersama Primaya Hospital Bekasi Timur usai mengadakan media gathering. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Kesiapan infrastruktur dan fasilitas layanan medis darurat, menjadi faktor krusial dalam mendukung gelaran ajang olahraga bergengsi tingkat regional.
Jaminan penanganan cedera secara cepat, akurat, dan komprehensif bagi para atlet profesional kini menjadi fokus utama pemenuhan standar keselamatan kompetisi.
Menjawab tantangan tersebut, Primaya Hospital Bekasi Timur, secara resmi ditunjuk oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi sebagai Official Medical Partner, untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026.
Kepastian kemitraan strategis tersebut dipaparkan dalam agenda media gathering dan silaturahmi manajemen, bersama awak media di Bekasi, Selasa (21/7/2026).
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan skema penanganan medis menyeluruh, untuk mengawal kondisi fisik para atlet sebelum hingga sesudah bertanding.
"Primaya Hospital Bekasi Timur secara resmi ditunjuk oleh KONI Kota Bekasi sebagai Official Medical Partner, untuk ajang Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026. Kami menyediakan layanan kesehatan menyeluruh bagi atlet, mulai dari medical check-up kelayakan (sport fit), hingga penanganan cedera dan sport therapy pascapertandingan," ujar dr. Meizar.
Selain mengumumkan peran dalam Porprov Jabar 2026 dan kemitraan bersama PBSI, forum silaturahmi ini juga dimanfaatkan manajemen untuk memperkenalkan sejumlah fasilitas medis teranyar.
Primaya Hospital Bekasi Timur kini memperkuat kapasitas layanannya melalui peresmian Brain and Spine Center, serta Cardiovascular Center, yang telah dilengkapi dengan fasilitas Cathlab dan ruangan Intensive Cardiac Care Unit (ICCU).
Dalam kesempatan yang sama, dr. Meizar juga memaparkan pencapaian medis mutakhir, yang berhasil dicatatkan oleh tim dokter rumah sakit di tingkat nasional.
"Terkait informasi terbaru pencapaian mutakhir rumah sakit Primaya Bekasi Timur, kami telah mencatatkan keberhasilan operasi Sacral Neuromodulation (SNM) pertama di Indonesia," tutur dr. Meizar menjelaskan.
Langkah integrasi antara penyediaan fasilitas kedokteran olahraga (sport medicine) dan pengembangan pusat layanan jantung serta saraf ini, diharapkan mampu memperkuat peran Primaya Hospital Bekasi Timur, sebagai rujukan utama rujukan medis tepercaya di wilayah Bekasi dan sekitarnya. (Pandu)



