Sari Ater Terancam Ganti Pengelola? Bupati Subang Buka Beauty Contest

Redaktur author photo


inijabar.com, Subang– Masa pengelolaan kawasan wisata air panas Sari Ater akan berakhir pada Juni 2027. Pemerintah Kabupaten Subang memastikan tidak akan memperpanjang pengelolaan secara otomatis, melainkan membuka beauty contest bagi seluruh perusahaan yang berminat mengelola destinasi wisata unggulan tersebut.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan proses pemilihan pengelola baru akan dilakukan secara terbuka dan transparan agar menghasilkan perusahaan terbaik yang mampu memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

"Kami tidak akan menunjuk langsung. Semua perusahaan memiliki kesempatan yang sama sepanjang mampu memberikan penawaran terbaik," kata Reynaldy usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang, Rabu (15/7/2026).

Menurut Reynaldy, salah satu indikator utama dalam penilaian adalah besarnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, calon pengelola juga harus memiliki konsep pengembangan kawasan wisata yang mampu meningkatkan daya saing Sari Ater sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia menegaskan, proses seleksi dibuka secara terbuka untuk menghindari anggapan adanya praktik di balik layar.

"Saya tidak mau ada stigma bahwa saya bermain di belakang. Di masa kepemimpinan saya, semuanya harus terbuka," tegasnya.

Reynaldy juga memastikan status pengelola saat ini bukan jaminan akan kembali mendapatkan hak pengelolaan setelah kontrak berakhir pada Juni 2027.

"Kalau Sari Ater bisa memberikan penawaran yang terbaik, tentu bisa kembali mengelola. Tapi kalau ada perusahaan lain yang menawarkan konsep lebih baik dan memberikan PAD lebih besar, tentu itu yang akan dipertimbangkan," ujarnya.

Pemkab Subang berharap mekanisme beauty contest tersebut dapat menghadirkan pengelola yang lebih profesional, inovatif, dan mampu membawa Sari Ater menjadi destinasi wisata unggulan yang semakin kompetitif di tingkat nasional.

Dengan dibukanya persaingan secara terbuka, masa depan Sari Ater kini bergantung pada siapa yang mampu menawarkan konsep terbaik sekaligus memberikan manfaat paling besar bagi Kabupaten Subang.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini