![]() |
| Atlet muda pencak silat adu ketangkasan jurus saat mengikuti pertandingan kejuaraan pencak silat BNN Cup VII 2026, di GOR Kota Depok, Kamis (20/8/2026). inijabar/Risky Andrianto |
inijabar.com, Depok - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok berkolaborasi dengan PT Go Silat Indonesia kembali menggelar ajang Kejuaraan Pencak Silat Nasional BNN Cup 7 2026, di Gelanggang Olahraga (GOR) kawasan Grand Depok City, Kota Depok.
Kompetisi pencak silat berskala nasional yang mengusung tema "War on Drugs for Humanity" tersebut resmi berlangsung selama lima hari, mulai dari 19 hingga 23 Agustus 2026.
Tahun ini, ajang bergengsi bagi kalangan pelajar dan remaja tersebut mencatatkan angka partisipasi yang masif. Tercatat sebanyak 2.282 atlet dari 195 kontingen dan perguruan silat yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Sulawesi turut ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas gelanggang.
Seremonial acara digelar pada Kamis (20/8/2026) dihadiri oleh Walikota Depok, Supian Suri, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Kepala BNN Kota Depok Kombes Pol RM. Thohir Hendarsyah, Ketua KONI Kota Depok Herry Suprianto, serta sejumlah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok.
Direktur sekaligus Founder Go Silat Indonesia, Dedi Setiawan mengungkapkan rasa bangganya atas peningkatan antusiasme peserta yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Menurutnya, BNN Cup telah bertransformasi menjadi agenda nasional yang dinantikan oleh para atlet pencak silat pelajar hingga remaja di berbagai daerah.
"Guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit unggul atlet bela diri tanah air. Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional BNN CUP 7 resmi digelar," ujar Dedi Setiawan usai menyaksikan pembukaan BNN Cup 7 2026, di GOR Kota Depok, Kamis (20/8/2026).
Dia menerangkan bahwa peserta tahun ini datang dari berbagai wilayah yang sangat beragam, termasuk kontingen dari Aceh hingga Palu, Sulawesi Tengah.
Dedi menekankan bahwa esensi utama dari kejuaraan ini bukan sekadar mencari siapa yang keluar sebagai juara, melainkan membangun karakter disiplin, sportif, serta mempererat tali silaturahmi antar atlet pencak silat lintas daerah.
"Harapannya, para atlet tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi pelopor generasi sehat dan bebas narkoba," tambahnya.
Menurut Dedi kompetisi tahun ini dirancang secara terstruktur untuk menjangkau seluruh jenjang usia pendidikan, mulai dari tingkat paling dasar hingga dewasa. Turnamen ini mempertandingkan lima kategori kelompok usia dengan rincian partisipasi sebagai berikut:
• Kategori Pra-Usia Dini sebanyak 482 Atlet
• Kategori Usia Dini sebanyak 647 Atlet
• Kategori Pra Remaja (SMP) sebanyak 794 Atlet
• Kategori Remaja (SMA) sebanyak 297 Atlet
• Kategori Dewasa sebanyak 62 Atlet.
"Melalui pembagian kategori yang komprehensif ini, kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pesilat dewasa. Tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memetakan dan mengasah bakat sejak usia dini di tingkat nasional," kata Dedi.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Walikota Depok, Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada pihak BNN atas konsistensi mereka dalam menyelenggarakan kejuaraan ini setiap tahunnya di Kota Depok.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Kota Depok.
"Terima kasih kepada BNN yang kembali mengadakan kegiatan BNN Cup ke-7 di Kota Depok tahun 2026 ini. Alhamdulillah, lebih dari 2.000 atlet bertanding dari 16 provinsi," ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa kehadiran ribuan atlet beserta official dan pendamping dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak semangat sportivitas, tetapi juga memperkuat posisi Kota Depok sebagai kota yang ramah kegiatan positif bagi generasi muda.
Supian Suri turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan penuh bagi anak-anak mereka untuk aktif berprestasi di bidang seni bela diri tradisional.
Kepala BNN Kota Depok, Kombes Pol RM. Thohir Hendarsyah menambahkan penyelenggaraan turnamen rutin ini merupakan salah satu bentuk strategi preemtif dan preventif dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkoba yang kian masif menyasar berbagai kalangan usia terutama generasi muda.
"Penyalahgunaan narkoba sudah semakin banyak dilakukan, bahkan sudah menyasar mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Salah satu upaya BNN yaitu, dengan melakukan pencegahan, selain sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dan masyarakat, kita juga menyasar para pelajar dan remaja melalui olahraga pencak silat sebagai sarana membentengi diri dari pengaruh negatif," tuturnya.
Thohir menilai bahwa pencak silat sebagai warisan budaya leluhur yang memiliki daya tarik kuat dan digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui jalur prestasi olahraga, kata dia para generasi muda diarahkan untuk menyalurkan energi dan potensinya ke dalam aktivitas yang positif dan membanggakan.
Meski memandang situasi peredaran narkotika di wilayah Kota Depok saat ini masih tergolong stabil dan terkendali. Namun kata dia, BNN Kota Depok tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi, mengingat posisi geografis Depok sebagai kota penyangga ibu kota, potensi perlintasan jalur distribusi barang haram tetap diantisipasi secara ketat melalui razia berkala di titik-titik rawan seperti apartemen, rumah kos dan tempat lainnya.
"Kita tetap menjaga, jangan sampai wilayah kita menjadi waspada atau berbahaya. Bersyukur di wilayah Depok tidak ada yang namanya kampung narkoba, dan ini yang harus kita terus jaga bersama, terutama di daerah-daerah perbatasan penyangga," ujar Thohir.
Ke depan, BNN Kota Depok berharap dukungan dari Pemerintah Daerah dapat terus berlanjut. Termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas olahraga seperti pembangunan GOR atau stadion yang lebih luas dan representatif.
Dengan kapasitas venue yang lebih memadai, diharapkan pada penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya jumlah peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dapat terus meningkat hingga mencapai ribuan orang, demi mewujudkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berprestasi, dan bersih dari narkoba. (Risky)



