Tanti Herawati: Program SipaBolang RSUD CAM Hilang, Dirut Layak Dievaluasi?

Redaktur author photo

 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Tanti Herawati.

inijabar.com, Kota Bekasi – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM). 

Ia menilai kualitas pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Bekasi itu mengalami kemunduran, ditandai dengan hilangnya program unggulan SipaBolang (Siap Antar Pasien Boleh Pulang) yang sebelumnya dinilai sangat membantu masyarakat.

Menurut Tanti, program SipaBolang bukan sekadar layanan antar pasien, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang baru selesai menjalani perawatan.

"Program SipaBolang itu program hati. Program yang menunjukkan kehadiran negara saat warga paling lemah. Pasien sembuh diantar pulang pakai ambulans gratis, tidak bingung cari angkot, tidak keluar biaya lagi. Sekarang program itu sudah tidak ada lagi. Ke mana program baik itu? Kenapa dihapus?" ujar Tanti Herawati, Jumat (23/10/2026).

Politisi PSI itu menilai hilangnya program tersebut menjadi indikator menurunnya kualitas manajemen RSUD CAM. 

Menurutnya, apabila program yang berdampak langsung kepada masyarakat tidak mampu dipertahankan, maka pelayanan yang lebih besar patut dipertanyakan.

Selain menyoroti SipaBolang, Tanti mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit. Keluhan tersebut mulai dari antrean yang panjang, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dinilai lambat, hingga komunikasi tenaga kesehatan kepada keluarga pasien yang dianggap kurang empati.

"Saya dapat banyak keluhan dari warga, khususnya keluarga pasien yang dirawat di RSUD. Antrean panjang, pelayanan IGD lambat, komunikasi dokter dan perawat ke keluarga pasien kurang empati. Ini yang harus dibenahi Dirut," tegasnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang membidangi kesehatan, Tanti mendesak Pemerintah Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Direktur Utama RSUD CAM.

Ia juga meminta program-program pelayanan yang berpihak kepada masyarakat, seperti SipaBolang, layanan antar obat, hingga inovasi bagi pasien kurang mampu kembali diaktifkan.

Selain itu, Komisi IV DPRD Kota Bekasi berencana memanggil jajaran manajemen RSUD CAM untuk meminta penjelasan mengenai realisasi anggaran serta capaian kinerja pelayanan rumah sakit.

"Saya Fraksi PSI di Komisi IV tidak anti kritik. Kami ingin RSUD CAM menjadi kebanggaan warga Kota Bekasi, bukan menjadi tempat warga takut berobat. Kalau Dirut tidak mampu melakukan inovasi dan mempertahankan program baik yang sudah ada, lebih baik diganti saja," pungkas Tanti.

Sorotan tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian publik mengingat RSUD CAM merupakan rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Kota Bekasi yang setiap hari melayani ribuan pasien. 

Kritik dari Komisi IV DPRD pun berpotensi menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan keberlanjutan program-program inovasi yang selama ini dinikmati masyarakat.

Sekedar diketahui Program inovatif SIPABOLANG (Siap Antar Pasien Boleh Pulang) merupakan layanan unggulan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi yang diluncurkan pada 13 Desember 2023. 

Program ini menyediakan layanan antar pulang pasien rawat inap secara gratis bagi pasien yang telah dinyatakan boleh pulang oleh dokter, tetapi terkendala tidak ada keluarga atau kendaraan untuk menjemput.

Tujuan utama SIPABOLANG adalah:

  • Membantu pasien pulang dengan aman dan nyaman.
  • Mengurangi kendala transportasi setelah pasien selesai menjalani perawatan.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.

SIPABOLANG merupakan bagian dari rangkaian inovasi digital RSUD CAM, di antaranya:

  • SIBEROJOL (Sistem Berobat Jalan Online) untuk pendaftaran poliklinik secara daring.
  • SITARO (Siap Antar Obat), layanan pengantaran obat gratis ke rumah pasien di wilayah Kota Bekasi.
  • SAHRONI, layanan akses hasil radiologi secara online.
  • Akses hasil laboratorium secara digital melalui platform SIBEROJOL.

Dalam beberapa tahun terakhir, SIPABOLANG dan SITARO kerap dijadikan contoh inovasi pelayanan publik RSUD CAM karena dinilai mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi. 


Share:
Komentar

Berita Terkini