![]() |
| Foto ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bandung- Produksi padi di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat bertajuk Luas Panen dan Produksi di Jawa Barat, total produksi padi mencapai 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 18,54 persen dibandingkan tahun 2024.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian Jawa Barat yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Pada awal tahun, produksi padi masih berada di level rendah. Januari 2025 hanya menghasilkan sekitar 363 ribu ton GKG, kemudian naik tipis pada Februari menjadi 445 ribu ton GKG.
Lonjakan tajam mulai terjadi pada Maret 2025, ketika produksi melonjak hingga 1,21 juta ton GKG, hampir dua kali lipat dibandingkan Maret tahun sebelumnya yang berada di kisaran 600 ribu ton GKG.
Produksi kembali meningkat pada April 2025 menjadi 1,31 juta ton GKG, sebelum mulai mengalami penurunan pada Mei menjadi 1,10 juta ton GKG dan Juni sebesar 716 ribu ton GKG.
Menariknya, pola produksi tahun 2025 berbeda dibandingkan 2024. Pada tahun sebelumnya, Mei 2024 justru menjadi puncak produksi dengan capaian 1,54 juta ton GKG, tertinggi sepanjang tahun.
Memasuki semester kedua, produksi kembali mengalami fluktuasi. Juli 2025 meningkat menjadi 1,03 juta ton GKG, kemudian turun menjadi 935 ribu ton GKG pada Agustus dan 736 ribu ton GKG pada September.
Produksi kembali membaik pada Oktober dengan total 970 ribu ton GKG, namun kembali melemah pada dua bulan terakhir. November turun menjadi 839 ribu ton GKG, sementara Desember menutup tahun dengan produksi 556 ribu ton GKG.
Data BPS menunjukkan bahwa produksi padi di Jawa Barat sepanjang 2025 masih bergerak dinamis mengikuti musim tanam, kondisi cuaca, serta pola panen di berbagai daerah.
Sementara itu, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebagai tiga daerah dengan kontribusi produksi padi terbesar di Jawa Barat sepanjang 2025.
Ketiga wilayah tersebut menjadi penopang utama pasokan beras di provinsi ini sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

