![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bekasi pada tahun 2026 berada di angka 7,33 persen. Angka tersebut memang turun sekitar 0,5 persen dibanding tahun 2025 yang mencapai 7,83 persen.
Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa pasar kerja di Kota Bekasi mulai membaik. Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat, capaian tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.
Berdasarkan data BPS, Kota Bekasi masih berada di peringkat keenam tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat. Posisi tersebut berada di bawah Kabupaten Bekasi (8,78 persen), Kota Cimahi (8,75 persen), Kota Sukabumi (8,19 persen), Kabupaten Karawang (7,99 persen), dan Kota Bogor (7,95 persen).
Fakta ini menunjukkan bahwa meski terjadi penurunan, Kota Bekasi belum berhasil keluar dari kelompok daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.
Secara ekonomi, Kota Bekasi memiliki posisi yang strategis sebagai kota jasa, perdagangan, dan penyangga utama Jakarta. Ribuan pencari kerja dari berbagai daerah juga datang setiap tahun dengan harapan memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut membuat persaingan di pasar tenaga kerja semakin ketat.
Di sisi lain, pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir terus mengalokasikan anggaran untuk pelatihan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyelenggaraan job fair, hingga penguatan UMKM sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru.
Penurunan TPT menjadi 7,33 persen dapat menjadi indikator bahwa sebagian program tersebut mulai memberikan hasil.
Meski demikian, angka tersebut juga menjadi pengingat bahwa efektivitas penggunaan anggaran masih perlu terus dievaluasi. Pertanyaan yang muncul adalah apakah program-program ketenagakerjaan sudah benar-benar menjangkau kelompok pencari kerja yang paling membutuhkan, serta apakah pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri.
Ke depan, tantangan Pemerintah Kota Bekasi bukan hanya menurunkan angka pengangguran, tetapi juga memastikan tersedianya pekerjaan yang layak, berkelanjutan, dan sesuai dengan perkembangan dunia usaha serta industri.
Dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat setiap tahun, keberhasilan menekan angka pengangguran akan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan ekonomi daerah.
Daftar TPT Tertinggi di Jawa Barat 2026 (BPS):
- Kabupaten Bekasi: 8,78%
- Kota Cimahi: 8,75%
- Kota Sukabumi: 8,19%
- Kabupaten Karawang: 7,99%
- Kota Bogor: 7,95%
- Kota Bekasi: 7,33%
Meski menunjukkan tren penurunan, posisi Kota Bekasi yang masih berada di enam besar pengangguran tertinggi di Jawa Barat menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar kebijakan dan penganggaran di sektor ketenagakerjaan semakin tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

