Soroti Pengangguran di Depok, Igun Sumarno: Perkuat Program Pelatihan Kerja

Redaktur author photo
Anggota DPRD Depok Igun Sumarno

inijabar.com, Depok - Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok, Igun Sumarno memaparkan sejumlah tantangan utama yang akan dihadapi generasi muda di era modern. 

Beberapa isu krusial yang disorot meliputi peningkatan kasus penderita HIV, keterbatasan lapangan kerja sesuai minat, hingga minimnya pembekalan keterampilan formal maupun vokasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Igun saat menjadi pembicara dalam forum diskusi yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok di Kantor Walikota Depok, Kamis (22/10/2026). Diskusi tersebut mengusung tema “Program Direktif Presiden SMK Go Global”.

Igun mengatakan bahwa penyelesaian masalah kepemudaan di Depok memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penguatan sektor kesehatan, pelatihan wirausaha, peningkatan kapasitas keahlian, hingga kemitraan strategis penyerapan tenaga kerja dengan berbagi perusahaan di daerah.

Persoalan Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Mengenai aspek kesehatan, Igun menyoroti tren peningkatan data penderita HIV di Kota Depok yang dinilai memerlukan langkah pemahaman dan pencegahan yang konkret di tingkat masyarakat.

"Dari pemuda tentang hal-hal yang sangat mengkhawatirkan di Depok itu terutama yakni dengan meningkatnya angka penderita HIV. Nah, ini kan kita juga harus memberikan pemahaman bagaimana bisa memecahkan permasalahan itu," ujar Igun di sela-sela kegiatan forum diskusi kepemudaan.

Selain masalah kesehatan, dia menegaskan bahwa tantangan terbesar lainnya yang tengah dihadapi kelompok usia produktif yakni tingginya angka pengangguran akibat minimnya penyerapan tenaga kerja.

"Jadi di Depok sekarang ini permasalahan pemuda kan bukan hanya sakit, batuk, demam saja ya. Tetapi yang menjadi pusat perhatian kita itu adalah pemuda di daerah kita itu sekarang banyak permasalahan yang memang usia kerja juga banyak yang tidak bekerja, ini juga tantangan berat buat kita," kata Igun.

Dorongan Kewirausahaan dan Urban Farming

Guna menyiasati keterbatasan ketersediaan lapangan kerja di sektor formal, Igun mendorong para pemuda untuk menguasai kreativitas berbasis kewirausahaan (Entrepreneurship). 

Menurut Igun, salah satu langkah konkret yang dinilai relevan dengan kondisi perkotaan yakni pemanfaatan program urban farming untuk mendukung ketahanan pangan lokal, sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Depok.

Pria yang juga memiliki bisnis usaha peternak sapi dan pendidikan sekolah itu pun memaparkan bahwa contoh efektivitas budidaya perikanan seperti ikan nila dan lele dapat dijalankan pada lahan terbatas di area pemukiman padat penduduk.

 Menurutnya, potensi kewirausahaan tersebut akan berdampak positif jika didukung oleh skema pembinaan berkelanjutan dari pihak-pihak terkait.

"Tetapi anak-anak muda itu saya rasa kalau memang tidak dibimbing, tidak dibina oleh kita. Saya kira ya seperti anak ayam kehilangan induknya, ini harus kita sampaikan," tuturnya.

Pelatihan Vokasi untuk Pemuda Putus Sekolah

Sebagai bentuk solusi praktis penanganan pengangguran, Igun membagikan pengalaman risetnya mengenai skema program Pemuda Kecakapan Hidup (PKH) di wilayah Bandung, Jawa Barat. Program ini, kata dia dinilai efektif untuk peretasan hambatan kerja bagi pemuda yang putus sekolah, tidak memiliki ijazah, atau belum menguasai kompetensi dasar.

“Jadi pesertanya semua dikumpulkan tuh untuk mengikuti pelatihan keterampilan khusus seperti pengelasan asetilena (acetylene welding) dan teknik karbit dan lainnya yang bekerja sama dengan pelaku industri otomotif. Setelah menyelesaikan pelatihan dan menerima sertifikat portofolio keahlian, para peserta secara langsung disalurkan ke sektor industri yang membutuhkan,” paparnya.

Igun menilai metode pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja ini efektif guna menekan tingkat kerawanan sosial dan kejahatan di perkotaan, lantaran pemuda memiliki aktivitas ekonomi yang produktif.

Investasi Sumber Daya Manusia (SDM)

Menutup pernyataanya, Igun mengingatkan pentingnya menempatkan pemuda sebagai aset dan investasi jangka panjang bangsa. Dia pun mengimbau para pelajar dan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan formal mereka, serta membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan kompetensi praktis.

Igun juga menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan yang dilandasi oleh nilai-nilai moral dan etika agama, merupakan kunci bagi pemuda untuk menghadapi tantangan ekonomi serta membawa kemajuan bagi Kota Depok di masa depan. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini