![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penyerapan maksimal, terhadap ribuan pencari kerja lokal, guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Melalui skema bursa kerja terpadu, pemerintah daerah berupaya mempertemukan sektor industri hulu, dengan para pencari kerja melalui sistem pendaftaran berbasis digital untuk mencegah penumpukan berkas fisik.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Job Fair 2026, yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Juli 2026 di Bekasi Hyper Mall, dengan menyediakan sedikitnya 3.500 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, menjelaskan bahwa seluruh pelamar diimbau untuk bermigrasi menggunakan dokumen elektronik, guna mempercepat proses penyaringan administrasi.
"Kami minta pelamar menyiapkan persyaratan dalam bentuk PDF di handphone. Jadi tidak perlu membawa berkas fisik," ujar Iqbal saat memberikan keterangan di Kota Bekasi, Selasa (30/6/2026).
Iqbal memaparkan, sejauh ini sudah ada sekitar 50 perusahaan yang mendaftarkan diri sebagai peserta, baik korporasi yang berbasis di dalam Kota Bekasi, maupun dari wilayah satelit lainnya. Jumlah perusahaan penyedia lapangan kerja ini diproyeksikan masih terus bertambah menjelang hari H pelaksanaan.
"Lowongan yang disiapkan sekitar 3.500. Perusahaannya sekitar 50 dan masih bisa bertambah. Target kami seluruh 3.500 lowongan dapat terisi. Mudah-mudahan sebanyak mungkin pencari kerja bisa diterima," kata Iqbal menjelaskan.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya di mana jumlah peminat menembus angka belasan ribu, Disnaker memprediksi jumlah kunjungan tahun ini akan melonjak hingga mencapai 20.000 pencari kerja.
"Pemilihan lokasi sengaja dialihkan ke dalam area pusat perbelanjaan, guna menjamin aspek keamanan dan kenyamanan publik," ungkap Iqbal.
Langkah mitigasi juga disiapkan melalui perbaikan manajemen antrean sistemik, serta penyiagaan posko petugas kesehatan di lokasi untuk mengantisipasi risiko kelelahan fisik akibat kepadatan massa.
"Tempatnya lebih nyaman, ber-AC, luas, dan bisa menampung lebih dari seribu hingga dua ribu orang sekaligus dalam satu sesi antrean. Memang fasilitas parkirnya berbayar, tetapi secara keseluruhan jauh lebih aman bagi para pelamar," pungkas Iqbal. (Pandu)



